Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
109

Mentahkan Jawaban Dharmapena, Pekerja Ajukan Lima Belas Bukti

Jakarta, Buruh-Online.com – Dalam lanjutan persidangan beragendakan penyerahan bukti surat yang digelar oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2019), Marwati Kumalasari yang diwakili kuasa hukumnya Rio Saputro dan Andri Hartoni menyerahkan lima belas bukti.

Bukti tersebut diajukan untuk membantah sangkalan atas jawaban gugatan dari PT. Dharmapena Citra Media, yang menyatakan pihaknya tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan uang pesangon kepada Marwati. “Dia (Perusahaan) merasa tidak ada kewajiban untuk membayar hak dari klien kami (Marwati), tapi dengan bukti yang ada sudah dibantah,” ujar Rio Saputro.

Dijelaskan Andri Hartoni, kelima belas bukti surat tersebut diantaranya slip gaji, panggilan mediasi dan anjuran Dinas Tenaga Kerja. Marwati menganggap dirinya tidak wajar jika diputuskan hubungan kerja tanpa melalui tahapan yang telah ditentukan oleh undang-undang. Menurut Rio, selama bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang depelover tersebut, Marwati belum pernah diberikan surat peringatan sebagai sebuah pembinaan, apabila dirinya dinilai telah melakukan pelanggaran tata tertib maupun peraturan perusahaan.

Atas perlakuan tersebut, Marwati yang baru bekerja selama 2,5 tahun tersebut, dalam surat gugatannya yang diregister dalam Perkara Nomor 151/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, meminta kepada Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat yang diketuai oleh Hakim M Djoenanidie, untuk menghukum PT. Dharmapena membayar uang pesangon sebesar Rp83 juta, dan upah sejak diberhentikan dari bulan Januari 2018 hingga Maret 2019.

Tuntutan upah sebanyak 15 bulan gaji, didasarkan Marwati sebagai kewajiban yang harus dibayar oleh Perusahaan. Mengingat keinginan untuk tidak lagi mempekerjakan dirinya berasal dari Pihak Perusahaan, yang tanpa didasari oleh putusan pengadilan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of