Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
296

Pekerja Meninggal Dunia, Perusahaan Syaratkan Ada Surat Dari Pengadilan Agama

Jakarta, Buruh-Online.com – Mulyadi terheran-heran dengan dalil jawaban PT. Gharmapala Putra Utama, yang mempersyaratkan keharusan adanya surat keterangan ahli waris dari Pengadilan Agama, guna membuktikan kebenaran Rohmat Muktini yang mengaku sebagai ahli waris dari Alm. Muchtar Widodo.

“Dia (Perusahaan) membantah, bahwa ahli waris tidak mempunyai ketetapan dari Pengadilan Agama,” ujarnya usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Menurut Mulyadi selaku kuasa hukum Rohmat, menegaskan bahwa pernyataan ahli waris cukup dinyatakan oleh Surat Keterangan Ahli Waris yang disaksikan Lurah dan diketahui Camat. Ketentuan itu menurutnya, berdasarkan Surat Mahkamah Agung (MA) tanggal 8 Mei 1991. “Kalau untuk ahli waris, sudah cukup keterangan dari kelurahan, diluar sengketa ahli waris,” terangnya.

Selain pihaknya juga mengaku sudah mempersiapkan membuktikan sebaliknya atas segala bantahan yang diajukan oleh PT. Gharmapala Putra Utama. Diantaranya, lanjut Mulyadi, Alm. Muchtar Widodo selama bekerja hampir 15 tahun, almarhum berkelakuan baik. “Kami bisa membuktikan kok. Setelah dia meninggal, beberapa hari kemudian keluar surat penghargaan. Artinya yang bersangkutan tidak sedang melakukan pelanggaran,” tegas Mulyadi.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, ahli waris dari Alm. Muchtar Widodo terpaksa menggugat Perusahaan, lantaran belum diberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, atas pengakhiran hubungan kerja karena Pekerja meninggal dunia yang seluruhnya sebesar Rp159,3 juta.

Dalam persidangan yang kedelapan tersebut, seharusnya PT. Gharmapala menyerahkan duplik tetapi karena belum siap, akhirnya Hakim Yuzaida selaku Ketua Majelis Hakim memberi kesempatan kepada Perusahaan untuk menyerahkannya pada Kamis, pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of