Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
307

Pengadilan Nyatakan Batal PHK Guru SMP, Tuntutan Uang Paksa Dikabulkan

Bandung, Buruh-Online.com – Yayasan Harapan Global Mandiri diperintahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk mempekerjakan kembali Dewi Setyowati sebagai Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sekolah Harapan Global Mandiri, Rabu (24/7/2019).

Dalam amar putusan pada Perkara Nomor 90/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg, yang dibacakan oleh Hakim Wasdi Permana tersebut, Pemilik Yayasan juga dihukum untuk membayar upah Dewi selama tidak dipekerjakan sejak bulan Agustus 2018 sampai bulan Maret 2019 beserta denda keterlambatannya, yang berjumlah Rp46,5 juta.

Ditemui usai persidangan, Untung Nassari selaku kuasa hukum Dewi Setyowati, mengucapkan rasa syukur atas dikabulkannya sebagian gugatan yang didaftarkan sejak 27 Maret 2019 lalu itu. “Berkaitan itu (putusan) semua, patut disyukuri,” tegasnya.

Nassari juga menyatakan, pihaknya siap mengajukan perlawanan, apabila Pihak Yayasan Harapan Global Mandiri mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Seperti telah diberitakan sebelumnya, Dewi yang mengajar pelajaran Matematika sejak Juni 2013 itu, menolak pemindahan tugas yang diberikan oleh Yayasan Harapan Global Mandiri, karena ia merasa tidak ditempatkan sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya.

Keputusan Yayasan memindahkannya untuk mengajar ke Sekolah Dasar (SD) Sekolah Harapan Global Mandiri, diberitahukan kepadanya setelah ia selesai menjalani cuti melahirkan. Atas penolakan tersebut, Dewi kemudian diberhentikan dengan kualifikasi mengundurkan diri.

3
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
WillyGilang Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Gilang
Guest
Gilang

Harusnya pengacara Yayasan Global Mandiri tau donk unsur kualifikasi mengundurkan diri…

Willy
Guest
Willy

Rahasia umum itu sih, kalau karyawan dibilang mengundurkan diri supaya gak usah bayar pesangon. Ironisnya sekolah pun sudah melakukan politik2 macam ini, sekolah tempat saya pernah mengajar (sekolahnya terkenal agamis) aja memainkan hal seperti ini.

Willy
Guest
Willy

Benar bahwa kerja guru itu menyangkut panggilan hati dan passion tdk bisa dipindah-pindah seenaknya. Saya mengalami yg lebih buruk dipaksa ke staf yg 100% tdk mengajar. Mengerikan politik kantor sudah masuk dunia pendidikan bahkan yg berbasis agama. Smg buruh-online bs lebih sering jg mengangkat hal seperti ini.