Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
22

Selama Dua Tahun Upah Kerap Terlambat, Pabrik Keramik Digugat 157 Pekerjanya

Bandung, Buruh-Online.com – Terpuruknya industri keramik di Indonesia sejak tahun 2014, berdampak pada penghentian operasional beberapa produsen keramik, diantaranya PT. Sari Keramindo International di Cileungsi, Bogor. Awalnya, PT. Sari Keramindo selalu terlambat dalam membayar upah Pekerjanya di tahun 2016, dan keterlambatan pembayaran jaminan sosial. Meski sempat diprotes para Pekerja, tetapi kebijakan itu terpaksa dimaklumi.

“Karena memang Perusahaan dari tahun 2016, bermasalah dengan pembayaran gaji karyawan yang selalu dicicil. Dan karyawan sudah mengajukan keberatan. Puncaknya karyawan melakukan mogok kerja,” ujar Helmizan seusai menghadiri persidangan perdana dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Sadin Wijaya dan kawan-kawan (157 orang) melawan PT. Sari Keramindo International, yang digelar dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak, Rabu (3/7/2019).

Dikatakan Helmi, pihaknya dalam surat gugatan meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung untuk menjatuhkan putusan, yang menghukum keterlambatan dan kekurangan upah selama dua tahun terakhir. Serta menyatakan hubungan kerja ke-157 Pekerja dengan Perusahaan, putus karena PT. Sari Keramindo membayar upah secara tidak tepat waktu selama tiga bulan lebih, yang harus disertai dengan pembayaran uang pesangon.

“Bukan hanya pembayaran gaji, pembayaran lembur, penyesuaian gaji, kalau kita hitung sekitar Rp20 miliar,” terang Helmi. Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Yuswardi selaku Ketua Majelis Hakim, akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda pembacaan jawaban dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of