Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
98

Seorang Housekeeping Minta Pengadilan Adili PT. Wisma Nusantara

Jakarta, Buruh-Online.com – Setelah dua puluh lima tahun bekerja, akhirnya Firmansyah yang kesehariannya sebagai housekeeping melalui surat gugatan yang diregister dalam Perkara Nomor 183/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk mengadili kasus perselisihan pemutusan hubungan kerjanya dengan PT. Wisma Nusantara International Hotel Pullman Jakarta.

Firmansyah dalam surat gugatannya yang baru didaftarkan pada 13 Juni 2019 itu, meminta masa kerjanya dalam perhitungan besaran uang pensiunnya, dihitung sejak awal dirinya bekerja pada 11 Januari 1993. Ia menolak keputusan PT. Wisma Nusantara yang hanya menghitung besaran uang pensiun dari saat dirinya diangkat menjadi pekerja tetap.

Sebelumnya, upaya penyelesaian perselisihan telah dilakukan Firman. Bahkan, lanjut Dodi, telah ada anjuran dari Dinas Tenaga Kerja yang menyarankan agar PT. Wisma Nusantara harus membayarkan uang pensiun yang perhitungan masa kerjanya dihitung sejak pertama kali Firmansyah bekerja.

“Hanya saja perhitungan masa kerja yang ditetapkan management, dimulai dari pengangkatannya sebagai karyawan tetap,” ujar Dodi Aminullah, kuasa hukum Firmansyah. Dikatakan Dodi, pokok perselisihan antara keduanya adalah pada perhitungan lamanya masa kerja. Menurutnya, Firmansyah setidaknya mendapatkan besaran uang kompensasi pensiun sebesar Rp133,2 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of