Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
863

Terapkan Kontrak Kerja, Perusahaan Keamanan Digugat

Jakarta, Buruh-Online.com – Widyato Dwi Saputro, seorang security di PT. G4S Security Solution Services menganggap hubungan kerjanya tidaklah dapat dikualifikasi sebagai jenis pekerjaan yang dapat diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Sebab di Perusahaan tempat dirinya bekerja sejak Februari 2014 lalu itu, memiliki kegiatan utama sebagai penyedia solusi keamanan terkemuka yang dilakukan oleh manusia.

“Harusnya Perusahaan sudah mengangkat karyawan tersebut (Widyato) sebagai pekerja tetap,” tegas Murwanto, Kamis (25/7/2019) seusai menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurutnya, PT. G4S Security Solutin Services telah melanggar Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Sesuai dengan Pasal 59, pekerjaannya-kan bersifat jenis pekerjaan tetap, bukan sistem musiman. Harusnya karyawan tersebut langsung diangkat sebagai karyawan tetap,” lanjut Murwanto. Sehingga pihaknya menuntut, agar PT. G4S Security Solution Services menetapkan hubungan kerjanya dengan Widyato sebagai hubungan kerja waktu tidak tertentu sejak 12 Mei 2014.

Dikatakan Murwanto, sebelum diajukan gugatan perselisihan hubungan industrial ke Pengadilan. Widyato telah berupaya menyelesaikannya secara musyawarah dan mediasi di Dinas Tenaga Kerja. Bahkan, dikatakannya, Disnaker menganjurkan agar Perusahaan menetapkan hubungan kerja Widyato sebagai pekerja tetap. “Kami telah melakukan perundingan bipartit, tripartit hingga mediasi sampai keluar anjuran, dan akhirnya didaftarkan ke Pengadilan,” ujar Murwanto.

Dalam surat gugatannya, Widyato juga meminta Perusahaan menerbitkan surat pengangkatan kerja dirinya sebagai pekerja tetap. Dan apabila PT. G4S Security Solution Services tidak bersedia menjalankan putusan yang amarnya mengabulkan gugatan Widyato, maka Pengadilan diminta untuk menetapkan pembayaran uang paksa (dwangsom) sebesar Rp500 ribu untuk setiap hari keterlambatannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of