Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
163

Ahli: Perlindungan Hukum Saja Tak Mampu Atasi Keterpaksaan Pekerja Dikontrak

Bandung, Buruh-Online.com – Indrasari Tjandraningsih menyebut, perlindungan hukum yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan, tidak mampu untuk mengatasi praktek penyimpangan sistem kerja kontrak atau diistilahkan sebagai perjanjian kerja waktu tertentu. Sebab, menurut Peneliti pada Yayasan Akatiga, Rabu (14/8/2019) itu, kebutuhan Pekerja untuk mendapatkan lapangan kerja, membuat para pekerja menerima untuk sementara waktu diperjanjikan dengan hubungan kerja kontrak.

Indrasari dihadirkan oleh Babay Suhaemi dan kawan-kawan (65 orang) sebagai saksi ahli dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Juga dikatakannya, dengan situasi yang terstruktur maka para Pekerja nyaris tidak mempunyai pilihan selain untuk menerima dan menandatangani perjanjian kerja kontrak, ketika pertama kali bekerja di sebuah Perusahaan.

Ditambahkan oleh kuasa hukum Babay, usai menghadiri gelaran sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja melawan CV. Kurnia Agung Sejati, Hanita Susilawati menegaskan, bahwa Perusahaan menerapkan perjanjian kerja kontrak secara terus menerus selama enam bulan.

“Alasan Perusahaan, karena didasarkan pada order, maka dilakukan perjanjian kerja waktu tertentu. Padahal produksinya itu sama (pembuatan waring), seharusnya diberlakukan perjanjian kerja waktu tidak tertentu,” ujar Hanita. Bahkan, tambahnya, upah yang diterima oleh Babay dan kawan-kawan, tidak sesuai dengan besaran upah minimum yang berlaku. “Jadi mereka dibayar sekitar Rp40 ribu sampai Rp60 ribu per orang,” tuturnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Babay Suhaemi dan kawan-kawan pada pekan lalu menghadirkan dua orang saksi, guna menguatkan dalil gugatannya agar hubungan kerja mereka dengan CV. Kurnia Agung Sejati dinyatakan sebagai pekerja tetap. Bahkan Babay menduga, pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan, ada kaitannya dengan pembentukan Serikat Pekerja. Sebab kala itu, Serikat Pekerja baru saja diberitahukan secara tertulis kepada Pengusaha.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of