Rabu, 11 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
670

Bangkrut, Jadi Alasan PT. Sawah Besar Farma Belum Bayarkan Pesangon

Jakarta, Buruh-Online.com – Sejak 2018, PT. Sawah Besar Farma tak lagi beroperasi dan memberikan upah kepada Anifah Nurlistin dan kawan-kawan (19 orang). Hal tersebut disebabkan bangkrutnya Perusahaan yang memiliki cabang di beberapa kota-kota besar di Indonesia itu. Demikian dikatakan Parulian Hutahaean, Senin (5/8/2019) usai menghadiri persidangan perdana perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja yang diajukan pihaknya tersebut.

Dalam surat gugatan yang didaftarkan sejak 11 Juli 2019 lalu itu, Anifah dan kawan-kawan menuntut pembayaran upah sejak Maret 2018, dan uang kompensasi atas pengakhiran hubungan kerja yang seluruhnya berjumlah Rp2,3 miliar. “Perusahaan sudah pernah menjanjikan pembayaran pesangon,” ujar Hutahaean.

Ia menambahkan, jumlah Pekerja di PT. Sawah Besar Farma bukan hanya sembilan belas orang, tetapi cukup banyak. “Ternyata sudah satu tahun lebih, pihak Perusahaan tidak ada niat baik untuk membayarkan pesangon yang menjadi hak-hak para karyawan,” tegasnya. Atas ingkarnya Perusahaan tersebut, menjadi dasar Anifah dan kawan-kawan untuk mengajukan gugatan ke PHI Jakarta Pusat.

Hutahaean juga mengaku, telah berusaha untuk merundingkan pembayaran pesangon para Pekerja hingga akhirnya dimediasikan di Dinas Tenaga Kerja. Akan tetapi lanjutnya, kedua upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. “Anjuran dari Disnaker, pihak Perusahaan harus membayarkan pesangon, upah proses, serta tunjangan hari raya sesuai dengan ketentuan undang-undang,” terang Hutahaean.

Dalam sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan itu, beragendakan pemeriksaan identitas para pihak. Namun karena PT. Sawah Besar Farma tidak hadir, maka persidangan ditunda pada Senin pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of