Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
373

Belum Diberi Pesangon, Direktur Bukaka Ajukan Gugatan

Bandung, Buruh-Online.com –Marulam Sitohang mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja terhadap PT. Bukaka Teknik Utama, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang didaftarkan sejak 2 Mei 2019 lalu. Dalam surat gugatannya, Marulam meminta pembayaran uang pesangon sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerja dirinya, saat masih menjadi HRD.

Dikatakan kuasa hukum Marulam, Asep Maulana Syahidin menegaskan, peralihan jabatannya menjadi Direktur di tahun 2014, seharusnya didahului dengan pengakhiran hubungan kerja. “Tetapi ketika masih menjabat sebagai Head HRD, masa kerjanya tetap diperhitungkan. Sebab pada saat itu, dia (Marulam) sebagai karyawan biasa,” ujarnya, Rabu (14/8/2019) usai menghadiri persidangan.

Dalam jawabannya, Perusahaan mendalilkan Marulam sejak awal bekerja adalah sebagai Direktur. Pernyataan tersebut, disangkal oleh Asep. Pihaknya telah menyampaikan bukti surat ke hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuswardi, yakni adanya laporan tahunan 2013 yang membuktikan Marulam bukan sebagai Direktur.

Marulam meminta Pengadilan, agar menghukum PT. Bukaka Teknik Utama membayar kompensasi pengakhiran hubungan kerjanya akibat peralihan status hubungan kerja, sebesar Rp1,3 miliar. Selain itu, ia juga menuntut Perusahaan membayar upah selama tidak mempekerjakan dirinya sejak 1 Juni 2017, dan tunjangan hari raya tahun 2018 sebesar satu bulan upah.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, terhadap kasus serupa yang pernah terjadi antara Zulfadly melawan PT. Rabik Bangun Pertiwi. Kala itu, PHI Denpasar menetapkan besaran uang pesangon dan upah selama proses pemutusan hubungan kerja kepada Zulfadly. Namun, Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan Peninjauan Kembali, mengubah Putusan PHI Denpasar yakni dengan menghilangkan upah proses.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of