Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
239

Demo Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Polisi Hadang Ribuan Buruh Menuju DPR/MPR

Jakarta, BuruhOnline.com – Sejak Jum’at (16/8/2019) pagi tadi, ribuan buruh yang akan berangkat dari beberapa daerah seperti Tangerang dan Bekasi, yang hendak melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, dihadang aparat kepolisian. Bahkan aparat kepolisian sengaja memarkirkan mobil polisi tepat berada di depan mobil komando Federasi Serikat Buruh Transportasi Indonesia (FSBTPI) yang membawa logistik dan pengeras suara di Tanjung Priok, Jakarta. Bahkan anggota Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) yang berasal dari Tangerang, juga dihadang Polisi.

Sunarno selaku salah satu Pengurus Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), mengaku pihaknya yang tengah berkumpul di Batu Ceper, Tangerang untuk menuju Jakarta, mendapatkan pelarangan dari pihak kepolisian. “Alasannya karena hari ini ada acara kenegaraan Presiden di gedung DPR/MPR, yang dianggap penting. Tetapi kami juga menganggap penting penolakan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sunar mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan perwakilan para buruh yang sudah berada di Jakarta. Menurutnya, massa buruh yang dari Bekasi juga mendapatkan pelarangan untuk menuju Jakarta. Tak hanya para buruh, penghalangan dialami juga oleh para wartawan yang tengah menunggu massa buruh di sekitaran gedung DPR/MPR, diantaranya BuruhOnline, Media Perjuangan, dan Alinea.ID.

Kontributor BuruhOnline, diminta untuk masuk ke mobil polisi lalu dibawa dan diturunkan di dekat Patung Pancoran. Berdasarkan pantauan, suasana jalan baik arteri maupun tol di depan gedung DPR/MPR tampak sepi dan lancar, yang biasanya lalu lintas cukup ramai. Beberapa anggota polisi berjaga-jaga di dekat Jakarta Hall Convention Center (JHCC) hingga arah Slipi, Jakarta.

Di tempat terpisah, di dalam gedung DPR/MPR, Presiden Joko Widodo di hadapan anggota DPR dan DPD, serta tamu undangan menyinggung adanya profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan, akibat kemajuan dalam bidang teknologi. Ia juga menyebut, ada pola bisnis lama yang tiba-tiba usang dan muncul pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan. Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak serta dibutuhkan.

“Reformasi perundang-undangan harus kita lakukan secara besar-besaran. Saya mengajak kita semua pemerintah DPR, DPD, dan MPR, juga Pemda dan DPRD untuk melakukan langkah-langkah baru,” kata Jokowi. Lebih lanjut dikatakannya, regulasi yang tidak konsisten, tumpang tindih dan yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus dihapus, diselaraskan, disederhanakan, dan dipangkas.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of