Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
298

Dianggap Ada Pemaksaan, PT. Nadi Kekeuh Berhentikan Pekerjanya

Jakarta, BuruhOnline.com – Dalam sidang lanjutan perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019), PT. Nadi Solusi Bisnis tetap bersikukuh ingin memutuskan hubungan kerja pihaknya dengan Diki Priyana. Sebab, Diki dianggap telah melakukan pemaksaan terhadap beberapa Pekerja, dalam pengumpulan uang yang akan digunakan kembali untuk kepentingan Pekerja tersebut.

Ramayani Darwis selaku kuasa hukum Diki Priyana, membantah adanya unsur paksaan. Menurutnya, yang dilakukan oleh Diki dengan beberapa Pekerja lainnya adalah berdasarkan kesepakatan bersama. “Tapi kami tetap membantah. Karena tidak ada paksaan, jadi sifatnya itu hanya kesepakatan bersama. Dimana (uang) kas yang dikumpulkan itu nantinya, akan dikembalikan kepada karyawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan adanya musibah yang dialami oleh Pekerja lain, yang istrinya dilakukan tindakan operasi dan membutuhkan biaya. Ada juga kebutuhan anak sekolah dari Pekerja lainnya, dan dengan dana tersebut, Diki yang bekerja sebagai Manager Sales Area meminjamkannya.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, Ramayani mengaku telah menyampaikan beberapa bukti surat. Diantaranya perjanjian kerja, slip gaji, dan bukti-bukti yang menunjukkan penggunaan dana yang dikumpulkan untuk kepentingan Pekerja.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Diki Priyana tak pernah menyangka akan digugat oleh Perusahaan, atas upaya dirinya bersama teman-temannya yang mengumpulkan uang secara teratur pada waktu tertentu, berujung pada akan diberhentikannya sebagai Pekerja di PT. Nadi Solusi Bisnis. Meski sudah diberikan anjuran oleh Dinas Tenaga Kerja, akan tetapi Perusahaan tetap keukeuh ingin hubungan kerjanya dengan Diki, berakhir.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of