Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
141

Diberhentikan Karena Ubah Tulisan Jadi ‘GEMES’

Ilustrasi.

Semarang, BuruhOnline.com – Dengan ditolaknya permohonan kasasi yang diajukan Yayasan Gandhy Memorial International School (GMIS) oleh Mahkamah Agung (MA), maka perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja yang dialami Wilis Setiono, telah memiliki putusan yang berkekuatan hukum tetap. Dalam pertimbangan hukumnya, MA menilai Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang, tidak salah dalam menerapkan hukum.

Sebab menurut Majelis Hakim tingkat Kasasi yang diketuai oleh Hakim Agung Hamdi itu, meskipun Wilis dianggap telah melanggar etika kerja namun karena tidak diberikan Surat Peringatan, maka pemutusan hubungan kerja kepadanya terhitung sejak 30 Agustus 2017, haruslah dikategorikan sebagai pemberhentian karena efisiensi.

“Walaupun Penggugat telah melanggar etika kerja namun Tergugat tidak melakukan Surat Peringatan sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,” ujar Hamdi, Kamis (23/5/2019). Menurut memori kasasi yang diajukan oleh Yayasan GMIS, Wilis dianggap telah melanggar etika kerja, diantaranya pernah mengubah ejaan nama sekolah yang disingkat GMIS menjadi GEMES.

Namun pelanggaran etika kerja tersebut, tidak dapat dipertimbangkan sebagai kesalahan kerja oleh Majelis Hakim PHI Semarang. Menurut Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Moch. Zaenal Arifin, alasan pengakhiran hubungan kerja dengan alasan pelanggaran etika, tidak ada dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku di Yayasan GMIS.

“Menyatakan hubungan kerja Penggugat dengan Tergugat putus dan berakhir sejak tanggal 30 Agustus 2017 karena Tergugat melakukan efisiensi,” tegas Zaenal, Selasa (30/10/2018). Dalam amar putusan Nomor 20/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Smg, Yayasan GMIS diwajibkan untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang, dan upah bulan Agustus 2017 yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp55,8 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of