Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
147

Dijanjikan Bekerja Lagi Sebelum Diberhentikan, Pekerja Menggugat

Serang, BuruhOnline.com – Dinilai ingkar janji (wanprestasi), PT. Indoferro yang telah berganti nama menjadi PT. Growth Java Industry digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang. Menurut Bakat Tya Maya Yogha selaku kuasa hukum Isro dan kawan-kawan (29 orang) menjelaskan, bahwa pada awalnya PT. Indoferro hendak melakukan penutupan Perusahaan, dengan alasan force majeur.

Karena dijanjikan akan dipekerjakan kembali, maka Isro dan kawan-kawan dapat menerima pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan PT. Indoferro sejak 20 Juli 2017, dengan kompensasi pesangon sebesar satu kali ketentuan perundang-undangan. Namun pada saat Perusahaan kembali melakukan rekutmen pekerja pada 16 Desember 2017, Isro dan kawan-kawan tidak diterima bekerja sesuai dengan kesepakatan yang telah didaftarkan di PHI Serang.

Dengan tidak diterimanya kembali Isro dan kawan-kawan untuk bekerja, maka kesepakatan yang pernah dibuat, dianggap Yogha telah ada unsur tidak jujur. “Alasan tidak dipanggil (bekerja) lagi tidak jelas. Justru ini mengingkari sebuah komitmen pada saat (kesepakatan) dibuat melalui bipartit,” ujar Yogha usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Cakra II, Gedung PHI Serang, Senin (26/8/2019).

Atas dasar wanprestasi tersebut, Yogha mengatakan, pemutusan hubungan kerja terhadap Isro dan kawan-kawan bukanlah termasuk alasan pemberhentian karena keadaan memaksa (force majeur), tetapi karena kualifikasi efisiensi. “Maka pekerja seharusnya mendapatkan hak dua kali PMTK. Inilah yang sedang saya perjuangkan,” tegas Yogha.

Ia menceritakan, pengambilan keputusan untuk menerima pengakhiran hubungan kerja oleh Isro dan kawan-kawan pada saat itu, karena pemberitahuan tutup dari Perusahaan secara tiba-tiba dilakukan pada tanggal 18 Juli 2017. Keesokan harinya, Isro dan kawan-kawan tetap masuk kerja seperti biasa. Tetapi pada tanggal 20 Juli, Perusahaan melakukan penutupan gerbang yang dijaga oleh security.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Emanuel Ari itu, persidangan ditunda pada pekan depan, untuk agenda penyerahan duplik dari pihak Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of