Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
459

Dituduh Menerima Gratifikasi, BNI Dituntut Pekerjakan Kembali

Jakarta, BuruhOnline.com – Dengan ditolaknya anjuran Dinas Tenaga Kerja, Yusman dan Jumiran mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Yusman yang didampingi Pardumuan Simanjuntak selaku kuasa hukum, usai persidangan menceritakan pengakhiran hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan oleh PT. Bank Negara Indonesia sejak Desember 2018 lalu.

Yusman tak terima dengan anjuran Disnaker, yang menyarankan hubungan kerja keduanya dengan BNI berakhir, dan hanya disertai dengan pembayaran uang penggantian hak. BNI dianggap telah berlaku diskriminasi terhadap Yusman dan Jumiran. Sebab, dari sembilan Pekerja yang dituduh menerima gratifikasi, hanya mereka dan satu Pekerja lainnya yang diputus hubungan kerjanya.

“Yang lain tetap dipekerjakan, yang tiga ini di-PHK. Jadi diskriminasi, ada perbedaan antara penanganan kasus yang sama dengan pegawai-pegawai yang lain,” ujar Yusman, Senin (26/8/2019). Atas alasan itu, Yusman meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, untuk menyatakan batal pemutusan hubungan kerja keduanya.

Selain itu, Yusman dan Jumiran juga menuntut agar dipekerjakan kembali pada jabatan atau posisi semula, yang harus disertai dengan pembayaran upah sejak bulan Januari 2019. Keduanya juga meminta agar apabila gugatannya dikabulkan, maka BNI harus dihukum membayar uang paksa sebesar Rp5 juta perhari, jika tidak menjalankan putusan pengadilan.

Hakim Duta memberi kesempatan kepada BNI, untuk menyerahkan jawaban pada Senin pekan depan. Sebab, BNI telah mangkir sebanyak dua kali persidangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of