Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
855

Jasa Marga Digugat Karena Tak Jalankan Nota Pengawas Ketenagakerjaan

Bandung, BuruhOnline.com – PT. Jasa Marga (Persero), akhirnya digugat oleh Gito Martono dan kawan-kawan (3 orang) ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat gugatannya, mereka meminta kepada Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Suwanto, untuk menyatakan hubungan kerja ketiganya dengan Jasa Marga, bukan dengan Koperasi Jasa Marga Bhakti.

Padahal, dalam Nota Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada bulan Mei 2014, salah satunya menyatakan pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh Koperasi Jasa Marga terhadap Gito Martono dan kawan-kawan yang bekerja sebagai petugas ambulance serta pengumpul tol, masih cacat hukum.

Sebagai pekerja yang ditempatkan di PT. Jasa Marga dan telah bermasa kerja antara 8-10 tahun, Gito dan kawan-kawan dikontrak secara berulang-ulang. “Sebetulnya pekerjaannya itu pekerjaan tetap tetapi dibuat tidak tetap, dibuat putus-putus,” jelas Gito, Rabu (21/8/2019).

Ia juga menceritakan, adanya anggapan Perusahaan terhadap pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan sejak Nopember 2013 lalu itu, udah tidak dipermasalahkan lagi oleh Gito. “Jadi ini kan prosesnya sudah 5-6 tahun, selama itu dianggap kita sudah mati tapi ternyata kasus ini saya daftarkan di PHI, Perusahaan aktif berkomunikasi dengan kita,” ujarnya.

Menurut Gito, kala itu pihaknya menahan diri untuk tidak langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan. Sebab ia berharap, penyelesaian melalui jalur non litigasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap isu penolakan outsourcing di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sempat menjadi perhatian publik.

Dalam persidangan ketiga yang dipimpin oleh Hakim Suwanto tersebut, beragendakan pembacaan gugatan. Dan sidang akan dilanjutkan pada dua pekan yang akan datang, untuk acara penyerahan jawaban gugatan dari PT. Jasa Marga (Persero) dan Koperasi Jasa Marga Bhakti.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of