Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
202

Konflik Antar Pimpinan, Bawahan Jadi Korban Pemberhentian

Jakarta, Buruh-Online.com – Mungkin tak hanya Jumali dan Simon yang pernah jadi korban dari konflik antar pimpinan di Perusahaan. Keduanya tidak lagi diperkenankan masuk bekerja, tanpa adanya penjelasan dari PT. Atalian Global Services. Demikian dikatakan Aji Suharto selaku kuasa hukum dari Jumali dan Simon, Senin (29/7/2019) usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Pak Jumali tidak tahu menahu ada perselisihan, namun dijadikan imbas, nggak dihaji, dilarang masuk,” ujar Suharto. Dihadapan Hakim Taryan Setiawan, ia mengaku telah menyerahkan bukti-bukti surat, yang diantaranya untuk membuktikan masa kerja dan status hubungan kerja kedua Pekerja PT. Atalian Global Services. “Salah satu bukti, keduanya dianggap sebagai karyawan tetap disitu,” tegas Suharto.

Perselisihan tersebut telah diupayakan penyelesaiannya melalui perundingan di Dinas Tenaga Kerja. Akan tetapi, anjuran Disnaker yang isinya antara lain agar PT. Atalian Global Services membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan, tidak dijalankan oleh Perusahaan. “Pengusaha dianggap melakukan efisiensi, dan dianjurkan oleh Disnaker untuk memberikan hak-hak Pekerja yaitu dua kali ketentuan aturan yang ada,” lanjut Suharto.

Jumali dan Simon dalam surat gugatannya, meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta, menghukum Perusahaan untuk membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja, yakni uang pesangon dua kali, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (2), ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Persidangan akan kembali dilanjutkan pada Senin pekan depan, dengan agenda penyerahan bukti-bukti tertulis dari PT. Atalian Global Services.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of