Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
202

Kontrak Tidak Dicatat di Disnaker, Perusahaan Pengembang Meikarta Digugat

Bandung, Buruh-Online.com – Setelah PT. Baladhika Karya Rahardja, kini perusahaan pengembang megaproyek Meikarta, PT. Mahkota Sentosa Utama digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Alasannya, PT. Mahkota dianggap melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak kepada Fandy Djayasaputra dkk (2 orang), yang melanggar ketentuan perundang-undangan.

Kuasa hukum kedua Pekerja, Wendy Lesmana Girsang menjelaskan, gugatan diajukan karena perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat oleh PT. Mahkota Sentosa Utama tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Bahkan perjanjian kontrak yang dibuat, tidak dicatatkan di Dinas Tenaga Kerja.

“Tergugat sampai saat ini, tidak pernah melampirkan bukti bahwa perjanjian kerja tersebut sudah didaftarkan ke Disnaker,” ujar Wendy. Pencatatan perjanjian kontrak menjadi wajib karena diatur dalam Penjelasan Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, dan Pasal 13 Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 100 Tahun 2004. Sehingga menurut Wendy, perjanjian tersebut bertentangan dengan hukum karena tidak memenuhi syarat.

Dikatakannya, alasan Perusahaan memutuskan hubungan kerja keduanya sejak April 2018 adalah karena efisiensi. Padahal, lanjut Wendy, efisiensi hanya dapat dilakukan apabila Perusahaan menghentikan seluruh kegiatan usahanya secara permanen. “Efisiensi memiliki definisi apabila Perusahaan dalam keadaan tutup,” tegasnya.

Sebelum diajukan gugatan, Fandy telah berusaha menyelesaikan perselisihannya dengan PT. Mahkota Sentosa Utama melalui Disnaker. Sehingga dalam surat gugatannya, Fandy menuntut pembayaran upah sisa kontrak berdasarkan perjanjian No.: 0081/PKWT/MSU/XI/2017 dan No.: 0081/PKWT/MSU/XI/2017, senilai Rp2 miliar lebih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of