Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
132

Masa Kerja Seorang Emak-Emak ‘Dilenyapkan’ Empat Tahun

Jakarta, Buruh-Online.com – Saniah terkaget-kaget dengan hilangnya masa kerja saat bekerja di PT. Amos Indah Indonesia. Dirinya yang seorang emak-emak mengaku bekerja sejak bulan Nopember 2012, tak menyangka jika Perusahaan hanya mengakui masa kerjanya sejak tahun 2016. Hal tersebut, dikatakan kuasa hukum Saniah, Yosep Hermawan seusai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

Menurut Yosep, Saniah diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak), dan tidak lagi dipekerjakan sejak bulan September 2018. “Bu Saniah diputus kontrak, sedangkan masa kerjanya sekitar enam tahun,” ujar Yosep. Dikatakannya, penyelesaian pemutusan hubungan kerja Saniah telah diupayakan melalui perundingan bipartit hingga ke tingkat mediasi di Dinas Tenaga Kerja.

“Kami sudah upaya musyarawah, bipartit dua kali. Tetapi karena pihak manajemen tidak ada iktikad baik, akhirnya kami adukan ke Suku Dinas Tenaga Kerja,” lanjut Yosep. Akan tetapi proses mediasi di Disnaker, juga tidak menghasilkan kesepakatan. “Isi anjuran dari Disnaker, mempekerjakan kembali Ibu Saniah,” tambahnya.

Yosep juga membantah dalil Perusahaan yang mengatakan masa kerja Saniah hanya dua tahun. Sebab, pihaknya memiliki bukti-bukti surat yang menjelaskan waktu saat Saniah bekerja. “Sedangkan kami memliki bukti yang sangat akurat dari tahun 2012, berupa ID Card asli, vacklaring yang tertera masa kerja dari tahun 2012 sampai tahun 2018,” tegas Yosep.

Dalam surat gugatannya, Saniah meminta agar Pengadilan menyatakan putus hubungan kerjanya dengan PT. Amos Indah Indonesia, yang disertai dengan pembayaran uang pesangon sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerja, yang seluruhnya sebesar Rp58,7 juta. Saniah juga menuntut pembayaran upah selama tidak dipekerjakan, dan tunjangan hari raya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of