Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
204

Mengundurkan Diri, Operator Sewing Tuntut Uang Pisah

Jakarta, BuruhOnline.com – Tanpa didampingi kuasa hukum, Rokaenah menggugat PT. Sioen Indonesia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak 15 Juli 2019 yang lalu. Dalam gugatannya, Rokaenah yang hanya operator sewing meminta Perusahaan membayarkan hak-haknya berupa kekurangan upah sejak tahun 2016, dan uang pisah sebesar dua bulan gaji.

Selama bekerja, Rokaenah mengaku tidak pernah mendapatkan surat peringatan. Namun ketika dirinya mengundurkan diri sejak 15 Februari 2019, PT. Sioen tidak memberikan hak-hak yang seharusnya ia terima. Dalam Pasal 162 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pekerja yang mengundurkan diri mendapatkan uang penggantian hak dan uang pisah yang besarannya diatur dalam Peraturan Perusahaan.

“Memang saya mengundurkan diri, tetapi harusnya-kan ada hak yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk buruh tersebut-kan. Atau seenggak-enggaknya-lah ada uang jasa selama 12 tahun bekerja,” ujar Rokaenah, Kamis (22/8/2019) usai menghadiri persidangan yang beragendakan pemeriksaan identitas perusahaan dan pembacaan gugatan.

Rokaenah berharap, Perusahaan dapat mempertimbangkan dirinya yang telah bersama-sama memajukan PT. Sioen Indonesia. Sehingga permintaannya untuk dapat diberikan uang penggantian hak dan uang pisah, dapat diberikan sebelum diputus oleh pengadilan. “Saya kan baik-baik saja selama bekerja, tidak pernah mendapatkan teguran SP. Dan kok ketika saya mengundurkan diri, tidak dapat apa-apa,” ucapnya.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Yuzaida di ruang sidang Kusuma Admadja 3 tersebut, akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan jawaban dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of