Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
316

Miris!!! Serikat Sepakati Pesangon 70% Jadi Alasan Perusahaan Kebiri Hak Pekerja

Bandung, BuruhOnline.com – Lanjutan sidang antara Labahari dan Ali Imran melawan PT. Shinta Budhrani Industries, kembali digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (28/8/2019). Kedua pekerja yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Eep Ependi mengatakan, dengan tidak adanya bantahan dari PT. Shinta Budhrani, maka pihaknya langsung mengajukan bukti.

Dikatakan Eep, Perusahaan hanya mendalilkan telah adanya kesepakatan dengan dua serikat pekerja terkait besaran pesangon yang diberikan, yakni hanya 70% dari jumlah satu kali ketentuan undang-undang, dan pembayarannya diangsur sebanyak empat kali. Namun ia menyanggah dalil tersebut. Sebab, Labahari dan Ali Imran bukanlah salah satu anggota dari kedua serikat pekerja itu.

Kedua pekerja itu juga tidak pernah membuat surat kuasa kepada kedua serikat tersebut, untuk melakukan perundingan atau menyetujui besaran uang pesangon. Selain itu, lanjut Eep, pihaknya telah membuktikan dihadapan Majelis Hakim PHI Bandung, terkait adanya Putusan Perdamaian di Pengadilan Negeri Cikarang yang memastikan kedua pekerja tidak terikat secara hukum dengan kesepakatan yang dibuat Perusahaan bersama kedua serikat pekerja.

“Dalam bukti yang kami ajukan, ada akta perdamaian bahwa para Penggugat (Labahari dan Ali Imran) bukanlah termasuk pada anggota serikat pekerja dan tidak menguasakan apapun kepada serikat pekerja. Jadi kami tidak terikat hukum dengan kesepakatan yang dibuat antara serikat pekerja dengan perusahaan,” ujar Eep usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Wirjono Prodjodikoro, Gedung PHI Bandung.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Labahari dan Ali Imran keberatan dengan besaran kompensasi pengakhiran hubungan kerja yang disepakati antara PT. Shinta Budhrani Industries dengan serikat pekerja. Sebab menurut keduanya, pemutusan hubungan kerja dengan alasan rugi atau pailit, hanya dapat dilakukan apabila ada putusan pengadilan.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Suwanto itu, akan kembali digelar pada Rabu pekan depan, dengan agenda penyerahan bukti surat dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of