Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
207

Pengadilan Menangkan Buruh, Produsen Hydro Coco Berhutang Kekurangan Upah

Bandung, BuruhOnline.com – Julukan Pengadilan Hubungan Industrial sebagai kuburannya buruh, ternyata tak selalu benar dan berlaku bagi seluruh kaum buruh. Setidaknya hal itu dibuktikan oleh perjuangan buruh PT. Hale International, yang menuntut pelaksanaan upah minimum sektoral di Perusahaan produsen minuman kesehatan hydro coco itu.

Kuasa hukum Novialdi Syarif dan kawan-kawan selaku buruh PT. Hale, Natalia, Rabu (28/8/2019) mengatakan, bahwa sebagian gugatannya dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Ia juga merasa puas dengan keputusan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Suwanto tersebut.

“Isi putusannya bahwa Tergugat (PT. Hale International) diputuskan untuk membayar kekurangan upah sektoral dari tahun 2017 sampai 2019. Dan membayar kekurangan THR tahun 2017 dan 2018,” ujar Natalia usai menghadiri gelaran persidangan yang beragendakan pembacaan putusan di ruang sidang Wirjono Prodjodikoro, Gedung PHI Bandung.

Natalia juga menjelaskan, bahwa terhadap tuntutan pembayaran uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1 juta perhari, tidak dikabulkan. Meski begitu, ia cukup puas dan bersyukur dengan putusan Majelis Hakim. “Walau hanya sebagian yang dikabulkan, tapi perasaan kami sudah cukup senang, cukup Alhamdulillah, bahwa gugatannya kawan-kawan yang sebanyak 28 orang ini, mendapatkan hasil. Perjuangan mereka yang cukup lama, ternyata tidak sia-sia,” tegas Natalia.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Novialdi dan kawan-kawan berkeyakinan bahwa PT. Hale International, adalah Perusahaan yang harus membayar upah sektoral kepada buruhnya. Besaran upah minimum sektoral yang diminta oleh Novialdi adalah sebesar Rp4.052 ribu di tahun 2018, sedangkan upah minimum yang berlaku di Kabupaten Bogor yakni Rp3.483 ribu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of