Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
278

Pengurus & Anggota Serikat Digugat 5 M, Pasar Jaya Juga Minta Sita Kantor Serikat

Jakarta, Buruh-Online.com – Kisah pengusaha yang menggugat pekerjanya, akhirnya dialami oleh para pekerja di Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya. Sejak 11 Februari 2019 lalu, Pasar Jaya telah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, melawan Serikat Pekerja Perumda Pasar Jaya.

Dalam surat gugatannya, Pasar Jaya setidaknya mengajukan 12 tuntutan terhadap Ketua dan Sekretaris serikat pekerja. Diantara tuntutannya, Pasar Jaya meminta Majelis Hakim untuk menghukum Ketua dan Sekretaris serta sebagian anggota serikat pekerja, untuk membayar kerugian materil dan imateril secara tanggung renteng sebesar Rp5,950 miliar.

Tak hanya itu, Pasar Jaya juga menuntut agar Pengadilan meletakkan sita jaminan atas tanah dan bangunan kantor serikat pekerja, serta asset pribadi milik ketua dan sekretaris serta anggota serikat pekerja. “Bayangkan, orang tua (Pasar Jaya) itu menggugat anaknya (Serikat Pekerja) dan (Pengadilan) disuruh sita kantor anaknya. Orang tua macam apa itu,” tegas salah satu kuasa hukum dari Serikat Pekerja Pasar Jaya.

Terhadap tuntutan tersebut, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan hanya mengabulkan sebagian. Yakni diantaranya menyatakan sah pengangkatan tenaga profesional yang dilakukan Pasar Jaya, dan menyatakan Peraturan Perusahaan Pasar Jaya tidak berlaku. Sedangkan gugatan Pasar Jaya yang menuntut agar pengurus dan anggota serikat dihukum membayar lima miliar lebih, serta penyitaan kantor dan asset pribadi, ditolak. “Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya,” ucap Taryan, Senin (29/7/2019).

Ditemui usai persidangan, Kasman Panjaitan selaku Ketua Serikat Pekerja Pasar Jaya menceritakan awal mulanya digugat ke Pengadilan. Keputusan Pasar Jaya yang mengangkat tenaga profesional, dinilai oleh pekerja Pasar Jaya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Pasar Jaya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, anggota Serikat Pekerja melakukan demonstrasi pada Agustus 2017 dan 2018 serta Januari 2019, diantaranya meminta agar Direksi Pasar Jaya membatalkan rencana pengangkatan tenaga profesional. “Tuntutan mereka (Pasar Jaya) sekitar lima miliar, justru tuntan tersebut telah ditolak,” ujar Kasman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of