Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
297

Produsen Keramik Tuding Mogok Kerja Pekerja Tidak Sah

Bandung, Buruh-Online.com – Sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Sadin Wijaya dan kawan-kawan (157 orang) melawan PT. Sari Kermindo International, memasuki tahap pembuktian. Usai menghadiri persidangan, kuasa hukum Sadin Wijaya, Ade Buhori Muslim mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dokumen bukti surat yang akan disampaikan ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

“Kami sudah mempersiapkan bukti-bukti diantaranya membuktikan Perusahaan selama dua tahun membayar upah dicicil, dan juga bukti-bukti tentang mogok kerja,” ujar Ade, Senin (5/8/2019). Dikatakannya, bukti yang akan disampaikan pada persidangan pekan depan, merupakan bukti yang akan memperkuat dalil-dalil gugatannya yang diregister dengan Nomor 145/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg.

Ia berharap, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuswardi itu, dapat berlaku adil kepada Pekerja yang telah diperlakukan tidak semestinya selama dua tahun. Serta menghukum Perusahaan untuk membayar kekurangan kenaikan upah minimum tahun 2018, denda keterlambatan upah, dan tunjangan hari raya, tegas Ade.

Menurut Ade, PT. Sari Keramindo International dalam jawabannya, menuding mogok kerja yang dilakukan oleh Sadin dan kawan-kawan tidak memenuhi syarat mogok kerja. “Perusahaan mengaku dalam keadaan merugi, dan teman-teman melakukan aksi mogok kerja yang tidak sah, itu bantahan mereka (Perusahaan),” jelasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Sadin dan kawan-kawan meminta Pengadilan untuk menyatakan hubungan kerja, putus karena PT. Sari Keramindo telah membayar upah secara tidak tepat waktu selama tiga bulan lebih, yang harus disertai dengan pembayaran uang pesangon seluruhnya berjumlah lebih dari Rp20 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of