Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
219

Sangkal Ubah Angka di SKD, Pekerja Pool Hiba Utama Tuntut Bekerja Kembali

Jakarta, BuruhOnline.com – Siti Marwiyah selaku kuasa hukum Sobarna Prapid menolak jika Pekerja pada Pool Hiba Utama itu dianggap telah melakukan kesalahan berat dengan mengubah angka satu menjadi dua di dalam Surat Keterangan Dokter (SKD). Sobarna mengaku tak tahu menahu dengan berubahnya hari istirahat dalam SKD.

Bahkan saat dirinya menyerahkan SKD kepada atasannya, masih tertulis angka satu dan belum berubah menjadi angka dua. Lalu tiba-tiba ia dipanggil oleh Pihak Head Office Hiba Utama, dan mengkonfirmasi kepadanya tentang siapa yang mengubah angka satu menjadi angka dua.

Awalnya, Sobarna yang sakit sejak tanggal 10 Desember 2018 tersebut, kemudian memeriksakan dirinya ke dokter dan diberikan istirahat satu hari. Tetapi karena sakit yang dideritanya tak kunjung membaik, akhirnya Sobarna tidak masuk kerja selama dua hari.

“Dia (Sobarna) sakit, nggak masuk kerja, kemudian ke dokter dapat istirahat satu hari. Tapi karena belum sembuh, dia tidak masuk sampai dengan tanggal 11-nya,” ujar Siti Marwiyah usai menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Atas kejadian itu, lanjut Marwiyah, Sobarna kemudian disuruh mengundurkan diri serta tidak lagi diperbolehkan bekerja dan tidak pula diberikan upah sejak tanggal 3 Januari 2019. Sobarna juga dilaporkan oleh Hiba Utama ke Polisi dengan tuduhan memberikan keterangan palsu, dengan memberikan SKD yang sudah diubah jumlah hari istirahatnya dari satu hari menjadi dua hari.

Menurut Marwiyah, Sobarna sama sekali tidak terbukti mengubah jumlah hari istirahat dalam SKD. Sebab, SKD yang menjadi obyek pelaporan Hiba Utama ke Polisi, terjadi perubahannya adalah setelah Sobarna serahkan ke atasannya. Ia juga menduga, kemungkinan Polisi akan kesulitan melanjutkan perkara tersebut.

Dalam surat gugatannya, Sobarna meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, untuk memerintahkan Hiba Utama mempekerjakan kembali dirinya. Dan menghukum Perusahaan membayar upah, tunjangan hari raya dan bonus selama ia tidak dipekerjakan sejak Januari 2019.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of