Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
273

Tak Capai Target Diberhentikan Tanpa Uang Pesangon

Yogyakarta, BuruhOnline.com – Terhitung sejak Desember 2018, Sri Rahayu dan Chris Dwi Antoro tak lagi dipekerjakan oleh PT. Sinarmas Multifinance. Pasalnya, mereka berdua dianggap telah tidak mencapai target yang diberikan Perusahaan. Bahkan, pengakhiran hubungan kerja keduanya-pun tanpa disertai dengan pemberian uang pesangon sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerja.

Usai menghadiri persidangan, Arsiko selaku kuasa hukum Sri dan Chris mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk melakukan penyelesaian melalui perantaraan Dinas Tenaga Kerja, namun upayanya tersebut tidak berhasil. Padahal, lanjutnya, Disnaker telah menganjurkan agar Perusahaan membayarkan hak-hak keduanya.

“Isi anjuran dari Disnaker, ya di-PHK kemudian diberi sejumlah uang sebagai pesangon,” ujar Arsiko, Kamis (15/8/2019). Namun anjuran tersebut tidak dijalankan oleh Perusahaan, sehingga pihaknya mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta sejak 13 Mei 2019 lalu.

Dalam tuntutannya, Sri dan Chris yang keduanya telah bekerja antara 3-7 tahun itu, meminta Majelis Hakim PHI Yogyakarta untuk menghukum PT. Sinarmas Multifinance membayar kekurangan upah, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan upah selama tidak dipekerjakan, yang seluruhnya berjumlah Rp77,9 juta.

Dalam persidangan yang sudah memasuki tahap penyerahan kesimpulan tersebut, akhirnya ditunda hingga dua pekan kedepan untuk mendengarkan pembacaan putusan dalam Perkara teregisterasi di Kepaniteraan PHI Yogyakarta Nomor 35/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Yyk itu.

Berdasarkan penelusuran BuruhOnline, alasan pemutusan hubungan kerja karena Pekerja tidak mencapai target juga sedang berproses di PHI Jakarta Pusat, yakni antara Andi Ramadani dengan PT. Excellent Mitra Kencana. Andi tak menyangka jika ia diberhentikan dan langsung disuruh pergi, hanya karena dianggap tidak mencapai target kerja. Padahal, Andi sejak bekerja belum pernah mendapatkan Surat Peringatan sebagai pembinaan, apabila dianggap melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of