Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
840

Tak Pernah Lakukan Kesalahan Berat, Dua Pekerja Smart Telecom Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, kembali menggelar sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh PT. Smart Telecom, terhadap Anwar Sanusi dan Agus Supriadi. Keduanya digugat, lantaran dituduh telah melakukan kesalahan berupa dugaan tindak pidana yang dilakukan di luar Perusahaan.

Usai menghadiri persidangan, Ahmad R Syahputra selaku kuasa kedua Pekerja itu, mengaku menolak alasan gugatan yang diajukan Perusahaan. Sebab, menurutnya, Anwar dan Agus tidak pernah melakukan tindak pidana apapun. Serta selama bekerja, keduanya tidak pernah mendapatkan surat peringatan.

“Tuduhannya simpang siur, mereka menuduhkan adanya tindak pidana di luar Perusahaan. Namun tidak pernah ada pidana, tidak pernah dilaporkan secara hukum dan tidak pernah juga dibuktikan,” tegas Syahputra, Kamis (15/8/2019). Dalam jawaban gugatan, Syahputra meminta agar Pengadilan menolak tuntutan PT. Smart Telecom, dan memerintahkan Perusahaan agar mempekerjakan kembali.

Ditambahkan Syahputra, kedua Pekerja telah di skorsing sejak September 2018. Dikatakannya, tindakan skorsing yang dilakukan Perusahaan tanpa didahului dengan adanya surat peringatan sebagai pembinaan. “Jadi sanksi skorsing itu juga, masih kami pertanyakan dasar hukumnya,” ujar Syahputra.

Dalam surat gugatan yang didaftarkan PT. Smart Telecom, pihaknya meminta agar Pengadilan menyatakan putus hubungan kerja dengan Anwar dan Agus, yang disertai dengan penetapan besaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of