Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
206

23 Tahun Bekerja Dari OB Hingga HRD, Akhirnya Berakhir PHK Tanpa Pesangon

Bandung, BuruhOnline.com – Meski Dinas Tenaga Kerja telah menganjurkan kepada PT. Central Panganpertiwi, untuk mempekerjakan kembali Tata Rucita. Namun karena tidak juga dijalankan oleh Perusahaan, maka Rucita mendaftarkan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung pada 13 Agustus 2019.

Rucita keberatan dengan pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh Perusahaan sejak 01 Mei 2017 yang lalu. Sebab tuduhan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan berat, belum pernah dapat dibuktikan dihadapan pengadilan. Sehingga Rucita menuntut agar pemberhentian dirinya disertai dengan pembayaran uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

“Saya dilaporkan Polisi Subang, waktu itu Polisi datang ke rumah. Dengan alasan Polisi mau mem-BAP saya. Waktu itu ya tidak ada kelanjutannya,” ujar Rucita usai menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Hakim Yuswardi, Rabu (28/8/2019).

Ia menceritakan saat awal diterima bekerja tahun 1994 sebagai office boy. Karena keinginannya yang kuat untuk belajar, maka dirinya dipercaya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan general affair sejak 2005. Kemudian Rucita kembali dipromosikan menjadi supervisor HRD pada 2008. “Saya nggak kepikiran sampai jabatan itu, saya dapat mobil, naik jabatan, saya nggak kepikiran,” kenang Rucita.

Namun kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya sedang berhadap-hadapan dengan Perusahaan di Pengadilan. Sebab, Rucita meyakini dirinya yang telah mengabdi selama 23 tahun, masih mempunyai hak atas pemberhentian sepihak yang dilakukan oleh PT. Central Panganpertiwi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of