Rabu, 11 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
303

Belum Ada PHK, Hiba Utama Ajukan Eksepsi

Jakarta, BuruhOnline.com – Gugatan yang diajukan oleh Sobarna pada 16 Juli lalu, dinilai PT. Hiba Utama tidak beralasan. Dalam eksepsinya, Perusahaan belum pernah memberikan surat keputusan pengakhiran hubungan kerja terhadap Sobarna. Atas dasar itu, Hiba Utama meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

Terhadap eksepsi tersebut, Sobarna melalui kuasa hukumnya, Siti Marwiyah mempertanyakan tindakan Perusahaan yang melarang masuk kerja dan tidak membayar upah. Kedua indikasi itu diartikannya sebagai tindakan yang mengarah pada pemutusan hubungan kerja. Lebih lanjut dikatakan Marwiyah, dengan adanya anjuran Dinas Tenaga Kerja, maka pihaknya telah memiliki alasan yang kuat untuk mengajukan gugatan.

“Orang sudah tidak boleh masuk kerja, orang tidak dibayar lagi gajinya, artinya itu sudah menunjukan adanya PHK sepihak,” ujar Marwiyah, Senin (16/9/2019). Ia berharap, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara menolak eksepsi yang diajukan Hiba Utama, dan tetap melanjutkan proses pemeriksaan atas gugatan yang diajukannya.

Seperti telah diberitakan, Sobarna dianggap oleh Hiba Utama telah melakukan kesalahan berat, dengan mengubah angka satu menjadi dua di dalam Surat Keterangan Dokter (SKD). Sobarna mengaku tak tahu menahu dengan berubahnya hari istirahat dalam SKD. Bahkan saat dirinya menyerahkan SKD kepada atasannya, masih tertulis angka satu dan belum berubah menjadi angka dua. Lalu tiba-tiba ia dipanggil oleh Pihak Head Office Hiba Utama, dan mengkonfirmasi kepadanya tentang siapa yang mengubah angka satu menjadi angka dua.

Awalnya, Sobarna yang sakit sejak tanggal 10 Desember 2018 tersebut, kemudian memeriksakan dirinya ke dokter dan diberikan istirahat satu hari. Tetapi karena sakit yang dideritanya tak kunjung membaik, akhirnya Sobarna tidak masuk kerja selama dua hari. Atas kejadian itu, Sobarna kemudian disuruh mengundurkan diri serta tidak lagi diperbolehkan bekerja dan tidak pula diberikan upah sejak tanggal 3 Januari 2019. Sobarna juga dilaporkan oleh Hiba Utama ke Polisi dengan tuduhan memberikan keterangan palsu, dengan memberikan SKD yang sudah diubah jumlah hari istirahatnya dari satu hari menjadi dua hari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of