Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
136

Bukan Kewenangan BANI, Phillip Sekuritas Indonesia di-Pengadilankan

Jakarta, BuruhOnline.com – Sebelum diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Harry Sangari telah membawa sengketa yang dihadapinya ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Dalam putusannya, BANI menyatakan tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili permohonan yang didaftarkan oleh Harry. BANI menilai sengketa tersebut, merupakan perselisihan hubungan industrial.

Atas putusan BANI tersebut, Harry menggugat PT. Phillip Sekuritas Indonesia ke PHI Jakarta Pusat. Harry dalam surat gugatannya Nomor 247/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., menuntut kerugian materil dan immaterial, sebagai akibat dari dugaan pelanggaran Pasal 88 sampai Pasal 99 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, yang dilakukan Perusahaan.

Padahal, dikatakan Harry yang mengaku mulai bekerja sejak April 2013 itu, dirinya hingga sekarang masih diperbolehkan bekerja di PT. Phillip Sekuritas Indonesia sebagai Head Eksekusi. “Masih (bekerja), belum ada surat PHK ataupun surat peringatan,” jelas Harry, Senin (2/9/2019) usai menghadiri persidangan yang beragendakan pembacaan jawaban dari Perusahaan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiyawan itu, pihak Perusahaan belum dapat menyerahkan jawaban gugatan. Padahal, PT. Phillip Sekuritas Indonesia telah diberi kesempatan pada persidangan Senin pekan lalu. Atas hal itu, Hakim Taryan memberikan kesempatan kepada Perusahaan untuk menyerahkan jawaban pada pekan depan.

“Karena hari ini harusnya, dia (Perusahaan) sudah menyerahkan tapi minta tunda satu minggu lagi. Makanya (tadi) saya komen kepada Majelis Hakim, dan (Perushaaan) dapat peringatan dari Majelis Hakim,” tegas Harry.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of