Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
464

Ditawarkan Pesangon Ala Kadarnya, Emak-Emak Ini Menggugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima hanya diberikan uang pesangon ala kadarnya, Zupriyah yang telah bekerja selama hampir 20 tahun, melalui Irman Siahaan selaku kuasa hukumnya menggugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia meminta agar dipekerjakan kembali di posisi dan jabatannya semula oleh PT. Hansae Indonesia Utama.

Tak hanya itu, Zupriyah juga menuntut upahnya selama tidak dipekerjakan sejak bulan April hingga Oktober 2018. Dan meminta Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, untuk menghukum Hansae membayar uang paksa sebesar Rp3 juta perhari jika tidak menjalankan putusan.

Ditemui usai persidangan, Irman mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan melalui Dinas Tenaga Kerja. Namun hingga diterbitkannya anjuran dari Disnaker, PT. Hansae tidak pernah hadir dalam sidang-sidang mediasi. “Informasi dari Perusahaan bahwa sepi order. Jadi kawan-kawan itu di-PHK dengan tawaran kompensasi apa adanya,” kata Irman, Senin (16/9/2019).

Menurut Irman, Zupriyah yang terakhir ditempatkan sebagai staff gudang, saat pertama kali bekerja tidak pernah menandatangani perjanjian kerja. Bahkan, lanjutnya, surat pengangkatan sebagai pekerja tetap juga tidak ada. Sebelumnya, Zupriyah juga pernah mengajukan gugatan pada bulan April 2018 lalu. Tetapi kala itu, ia diminta oleh Majelis Hakim untuk mencabut gugatan, karena domisili Perusahaan sudah dinyatakan tidak lagi aktif.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada Agustus 2019 lalu, ia mengajukan gugatan terhadap PT. Hansae Indonesia Utama. Namun karena tidak diketemukan lagi alamat (domisili) Perusahaan, akhirnya Zupriyah melalui kuasa […]