Minggu, 20 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
380

Ditolak Disnaker, Pensiunan Pegadaian Ajukan Gugatan

Jakarta, BuruhOnline.com – Sebanyak 172 orang pensiunan Pekerja PT. Pegadaian Persero, mengajukan gugatan atas kekurangan uang pensiun karena dianggap bersifat diskriminatif. Dikatakan salah satu Pekerja, Elisar Hutagalung, terdapat perbedaan jumlah besaran uang pesangon. Hal itu menurut Elisar, disebabkan besaran pengalinya berbeda yang didasarkan pada golongan terakhir.

Perbedaan perhitungan tersebut, berakibat pada kekurangan besaran uang pesangon yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga Elisar dan kawan-kawan, meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan batal Keputusan Direksi PT. Pegadaian yang dibuat tahun 2009.

“Jadi kami menuntut untuk diputuskan satu perkalian saja, dengan perkalian yang tertinggi,” ujar Elisar usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Kusuma Atmadja 4, Gedung PHI Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019). Nimrot Hutabarat selaku salah satu dari 172 Pekerja PT. Pegadaian, mengaku telah berusaha untuk menyelesaikan perbedaan penerapan besaran uang pensiun itu ke Dinas Tenaga Kerja.

Namun dikatakan Nimrot, kala itu Disnaker menolak permintaan mereka yang menuntut, agar PT. Pegadaian dianjurkan untuk membayar sisa kekurangan uang pesangon karena pensiun. Seharusnya, lanjut Nimrot, dirinya dan teman-temannya yang lain juga diterapkan pengali besaran pesangon yakni 75 kali upah, bukan 32 kali upah. “Kali indeks itu disama ratakan 75, jangan ada dibeda-bedakan begitu,” terang Nimrot.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, ditunda hingga pekan depan karena pihak PT. Pegadaian Persero tidak hadir dalam sidang yang diregister dengan Perkara Nomor 272/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of