Sabtu, 16 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
179

Luncurkan SiDewas, BPJS Ketenagakerjaan Harap Makin Dekat Dengan Buruh

Jakarta, BuruhOnline.com – Guna memberikan pelayanan yang semakin baik, Rabu (25/9/2019), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meluncurkan Sistem Deteksi dan Pengawasan (SiDewas). Kanal pelaporan yang diperuntukkan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya para pekerja itu, secara resmi diperkenalkan ke publik dalam acara launching yang bertempat di Hermitage Hotel Jakarta.

Genap memasuki tahun keempat di masa penugasannya, Dewan Pengawas bersama Komite BPJS Ketenagakerjaan, secara berkelanjutan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja dan peningkatan pelayanan publik. Diantaranya, Dewan Pengawas telah menerbitkan berbagai rekomendasi bagi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih berkualitas dan akuntabel, salah satunya melalui SiDewas.

“SiDewas merupakan salah satu alat untuk menunjang fungsi, tugas dan wewenang Dewan Pengawas dalam melakukan pengawasan dengan menerima pelaporan dari sumber yang dapat dipertangungjawabkan”, ujar Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono.

Sistem pengaduan yang dapat membuat para buruh semakin merasa dekat dengan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, bertujuan untuk melaporkan praktek-praktek illegal yang terjadi di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya gratifikasi, suap, serta berbagai bentuk penipuan lainnya. Karena segala praktek penyimpangan akan merusak reputasi BPJS Ketenagakerjaan.

Poempida Hidayatulloh selaku Ketua Komite Pemantau Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, SiDewas diharapkan mampu mendorong dan menggugah keberanian pelaporan penyimpangan. Meski institusi ini telah memiliki kanal sejenis yaitu Whistle Blowing System, namun kehadiran SiDewas dapat menjadi pilihan lain bagi khalayak yang ingin melakukan pengaduan terkait berbagai pelanggaran yang ditemukan.

Pengelolaan sistem ini dilakukan oleh pihak ke 3 sehingga bersifat independen dan bebas dari benturan kepentingan. Lalu secara sistematis hasil laporan tersebut hanya bisa diakses oleh minimal 4 orang Dewan Pengawas secara bersama-sama dalam sebuah forum rapat.

Terdapat 3 kategori dampak aduan yang diakomodir oleh SiDewas, yaitu aduan berdampak pada kerugian keuangan, moral/etika, serta sistem/layanan. Sistem ini akan memilah dan mengeskalasi aduan yang masuk secara sistematis. Selanjutnya pelapor diminta untuk mengisi identitas diri, serta melampirkan data dan fakta pelanggaran yang terjadi. Ketiga hal mendasar ini, menjadi bukti kuatnya sebuah pelaporan pengaduan.

Guntur menjamin seluruh data pelapor dan bukti-bukti pelanggaran akan dilindungi dan dirahasiakan, sehingga tidak perlu takut untuk melapor jika melihat tindak pelanggaran di BPJS Ketenagakerjaan. “Kami mengajak kepada seluruh pekerja untuk dapat menggunakan SiDewas sekarang juga”, tutup Guntur. SiDewas dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja, melalui beberapa kanal diantaranya website https://whistleblowing.tips/wbs/@SiDewas,email , SMS dan whatsapp di nomor 08119001137, atau melalui PO BOX 1205 JKS 1200.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of