Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
125

Pabrik Terbakar, Pengadilan Tetapkan Besaran Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Peristiwa terbakarnya pabrik PT. Misung Indonesia pada 31 Maret 2018 lalu, masih menyisakan permasalahan dengan Suharni dan kawan-kawan (3 orang). Sebab, ketiganya diperjanjikan dengan perjanjian kerja kontrak (waktu tertentu). Padahal sebelumnya, Suharni dan kawan-kawan merupakan pekerja tetap, dan kemudian diberikan pesangon pada Desember 2016.

Kala itu, Perusahaan produsen rambut wig itu berdalih akan pindah lokasi ke Purbalingga. Dan karena masih ada sisa pekerjaan yang belum terselesaikan, maka Suharni dan kedua temannya yang bekerja sebagai administrasi gudang, dipekerjakan untuk sementara waktu. Akibat dipekerjakan kontrak, maka Suharni menilai adanya pelanggaran undang-undang. Sehingga pengakhiran hubungan kerja karena terbakarnya Perusahaan, haruslah disertai dengan pembayaran pesangon.

“Putusannya sangat berkeadilan, sesuai dengan hukum itu sendiri,” ujar Robinson Sirait, Kamis (5/9/2019) seusai persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang beragendakan pembacaan putusan tersebut. Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Taryan Setiyawan, PT. Misung Indonesia dihukum untuk membayar uang pesangon sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Meskipun tuntutannya ada yang yang tidak dikabulkan, namun Sirait mengaku dapat menerimanya. Dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 185/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Suharni menuntut uang pesangon dua kali ketentuan undang-undang, upah selama tidak dipekerjakan, dan pembayaran uang paksa sebesar Rp2 juta perhari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of