Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
122

Perjanjian Kerja Hanya Lisan, Pekerja Tuntut Uang Pesangon

Bandung, BuruhOnline.com – Dalam sidang lanjutan yang digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (28/8/2019), Syamsudin selaku kuasa hukum Mardiana dan kawan-kawan (3 orang) mengatakan, pihaknya membantah jawaban gugatan CV. Mekar Sari Garment yang mendalilkan hubungan kerja yang diadakan sejak empat tahun lalu sebagai pekerja perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).

Sebab menurutnya, hubungan kerja Mardiana dan kedua pekerja yang lain dengan Perusahaan pernah diadakan tanpa perjanjian kerja tertulis, maka hubungan kerjanya menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap). Dalam Pasal 57 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, perjanjian kerja kontrak yang dibuat tidak tertulis, maka dinyatakan sebagai perjanjian kerja tetap.

“Mereka dalam perjanjian kerja kontrak itu tidak tertulis. (Maka) Pasal 51 ayat (2) itu perjanjian kerja yang lebih kuat itu dibuat tertulis,” ujar Syamsudin usai menghadiri persidangan yang beragendakan duplik dari Pihak Perusahaan itu. Ia menegaskan, apapun isi kesepakatannya jika dibuat secara tidak tertulis maka bertentangan dengan hukum.

Seperti telah diberitakan sebelumya, Mardiana dan kawan-kawan yang dipekerjakan di bagian operator dan packing, meminta Majelis Hakim PHI Bandung yang dipimpin oleh Hakim Yuswardi, untuk menyatakan satu unit mobil Daihatsu Xenia sebagai jaminan pembayaran uang pesangon di kemudian hari, apabila gugatannya terhadap CV. Mekar Sari Garment dikabulkan.

Mardiana dan kawan-kawan diputus hubungan kerjanya sejak bulan Desember 2018, dengan alasan perjanjian kerja kontraknya telah berakhir. Ia mengaku telah berusaha merundingkan penyelesaian perselisihan dengan CV. Mekar Sari Garment. Namun Perusahaan bersikeras, kontrak kerja yang mereka buat dengan Mardiana dan kawan-kawan telah sesuai dengan perundang-undangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of