Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
139

PO. Agra Mas & Menteri Ketenagakerjaan Digugat, Pengadilan Akan Segera Vonis

Jakarta, BuruhOnline.com – Sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Beno Wonarno melawan PO. Agramas, Menteri dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, kembali digelar oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019). Sebelumnya, Beno melalui kuasa hukumnya, Haris Pribadi mengaku telah menyampaikan beberapa bukti surat, diantaranya kartu pengenal karyawan, tanda bukti penerimaan upah, dan surat skorsing.

Menurut Haris, bukti-bukti yang diajukannya menggunakan nama PO. Agra Mas. Sehingga keberatan Perusahaan terkait alasannya yang bukanlah bernama PO. Agra Mas, harusnya tidak dapat dipertimbangkan oleh Majelis Hakim. Lebih lanjut Haris mengatakan, kedua saksi yang dihadirkan oleh pihaknya, juga diantaranya menerangkan ketiadaan surat perjanjian kerja di PO. Agra Mas.

“Yang dimiliki Penggugat (Beno) hanya sekedar ID Card, surat keterangan penghasilan, dan surat skorsing,” ujar Haris, Kamis (12/9/2019) usai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan kesimpulan tersebut. Sebelum menutup persidangan, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuzaidah menyampaikan agenda sidang berikutnya, yakni pembacaan putusan yang akan digelar pada dua pekan yang akan datang.

Seperti yang telah diberitakan, Beno kecewa, lantaran keberadaan Nota Pemeriksaan yang tidak bisa di-eksekusi oleh Menteri dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Atas hal itulah, kemudian ia meminta Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, untuk menjatuhkan putusan sela dengan memerintahkan PO. Agra Mas menjalankan Nota Pemeriksaan.

Dalam surat gugatannya, Beno juga menuntut pembayaran uang kompensasi pesangon dan kekurangan upah yang besarannya lebih dari Rp200 juta, dan meminta agar Majelis Hakim menyita satu bus armada AgraMas sebagai jaminan pelaksanaan pembayaran uang pesangon.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of