Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
184

Tak Menyerah, Pelindo Kembali Digugat Pekerjanya

Jakarta, BuruhOnline.com – Meskipun gugatan terdahulunya dinyatakan tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, namun Mimbar Tjahyono dan kawan-kawan (73 orang) pantang menyerah. Pihaknya kembali mengajukan gugatan perselisihan hak, terkait adanya kekurangan pembayaran penghargaan masa bakti pensiun di tahun 2012.

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum Mimbar dan kawan-kawan, Rinto EP Sitorus menegaskan belum usainya perjuangan pensiunan buruh PT. Pelabuhan Indonesia II Persero. Pihaknya akan terus memperjuangkan kebenaran atas hak-hak yang selama ini belum diberikan. Sebab, gugatan yang terdahulu dinyatakan tidak dapat diterima karena teman-teman Mimbar ada yang tempat bekerjanya di luar Jakarta.

“Perjuangan (atas) diskriminasi yang dilakukan Pelindo II belum usai. (Sebanyak) 73 pensiunan Pelindo II akan memperjuangkan kebenaran, bahwasannya mereka berhak mendapatkan hak-hak yang mereka, yang selama ini belum disampaikan,” ujar Rinto, Rabu (28/8/2019). Sidang yang digelar diruang Kusuma Atmadja 4, Gedung PHI Jakarta Pusat itu, dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak.

Sebelumnya, Rinto mewakili 125 orang mantan Pekerja PT. Pelindo II. Kala itu, Perusahaan dinilai tidak bersedia membayarkan uang penghargaan masa bakti kepada Tjahyono yang mengalami pengakhiran hubungan kerja karena pensiun pada tahun 2012. Sedangkan bagi Pekerja yang pensiun pada tahun 2013, di berikan uang penghargaan masa bakti. Atas hal itulah, Tjahyono kemudian menggugat Pelindo.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak Pekerja pernah menghadirkan dua orang saksi, yang merupakan mantan Ketua Umum dan Sekretaris Umum Serikat Pekerja Pelindo Periode 2012-2015. Dalam keterangannya, kedua saksi menceritakan rangkaian perundingan penyusunan perjanjian kerja bersama Periode 2011-2013. Perusahaan diangap melakukan tindakan diskriminatif, dengan tidak menjalankan Perjanjian Kerja Bersama sepenuhnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of