Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
169

Upah Terlambat, Buruh Minta ‘Putus’ Hubungan

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak tahan lagi, akhirnya Andi Munadi mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sejak 2 Juli 2019 yang lalu. PT. Berkah Mirza Insani dianggap telah memenuhi perbuatan yang dimaksud Pasal 169 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, yakni tidak membayar upah Andi secara tepat waktu selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih.

Dalam jawaban gugatan, Perusahaan mendalilkan upah yang belum dibayarkan kepada Andi adalah hutang. Sehingga gugatan yang diajukan ke PHI Jakarta Pusat, tidak tepat karena merupakan hak keperdataan. Terhadap jawaban tersebut, Andi melalui kuasa hukumnya, Muhammad Yunus Yunio menegaskan pembayaran upah Pekerja telah diatur secara khusus dalam UU Ketenagakerjaan.

“Yang bersangkutan (PT. Berkah Mirza Insani) bilang itu adalah hutang. Hutang Perusahaan kepada Pekerja. Dia (Perusahaan) mau membawa ke ranah yang lain, padahal itu bukan substansinya,” ujar Yunus, Rabu (28/8/2019) usai menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie.

Andi dalam surat gugatannya yang diregister Kepaniteraan PHI Jakarta Pusat Nomor 21/Pdtt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, menuntut Perusahaan untuk menyatakan putus hubungan kerja dirinya dengan PT. Berkah Mirza Insani, yang disertai dengan pembayaran uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja, berupa uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Tak hanya itu, Andi juga meminta Majelis Hakim untuk menetapkan besaran kekurangan upah yang harus diterimanya terhitung sejak April 2017 hingga Mei 2019, beserta tunjangan hari raya dan denda keterlambatan pembayaran upah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of