Minggu, 20 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
159

Ada Intervensi, Hakim Tunda Sidang Gugatan PT. Smart Telecom

Jakarta, BuruhOnline.com – Hakim Taryan Setiawan menunda sidang pemeriksaan bukti surat dari pihak PT. Smart Telecom selaku Penggugat melawan Anwar Sanusi dan Agus Supriadi. Lantaran ada pihak ketiga yang mengajukan gugatan intervensi dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.

Sebagai pihak intervensi, pengurus serikat pekerja mengajukan keberatan dengan kuasa hukum kedua pekerja. Pasalnya, yang selama ini kerap mewakili Anwar dan Agus, bukanlah pengurus serikat pekerja. Mereka mengklaim bahwa pihaknya-lah pengurus serikat pekerja yang sesungguhnya. Terhadap hal tersebut, Anwar dan Agus membantahnya. Sebab pihak ketiga yang mengajukan gugatan intervensi tersebut, sudah selesai masa jabatannya di tahun 2018 lalu.

“(Pengurus) serikat itu sudah demisioner, berakhir masa berlakunya tahun 2018. Nah semenjak itu belum ada pemilihan. Makanya kita mengadakan musyawarah dan beliau-beliau itu tidak hadir,” ujar Agus Supriadi usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Sarwata, Gedung PHI Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Terhadap adanya gugatan intervensi tersebut, akhirnya Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Anwar dan Agus untuk menanggapinya dan menunda persidangan hingga pekan depan. Seperti telah diberitakan sebelumnya, Anwar Sanusi dan Agus Supriadi Keduanya digugat, lantaran dituduh telah melakukan kesalahan berupa dugaan tindak pidana yang dilakukan di luar Perusahaan.

Bahkan keduanya telah di skorsing sejak September 2018, yang dilakukan tanpa didahului dengan adanya surat peringatan sebagai pembinaan. Dalam surat gugatan yang didaftarkan PT. Smart Telecom, pihaknya meminta agar Pengadilan menyatakan putus hubungan kerja dengan Anwar dan Agus, yang disertai dengan penetapan besaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of