Kamis, 12 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
198

Ajukan Sepuluh Bukti, Operator Sewing Yakin Gugatannya Dikabulkan

Jakarta, BuruhOnline.com – Slip gaji dan secarik surat penolakan penangguhan pelaksanaan upah minimum, menjadi bukti yang dianggap Rokaenah akan menguatkan dalil gugatannya. Kedua bukti tersebut, menjadi kunci atas tuntutan yang ia ajukan terhadap PT. Sioen Indonesia, yakni pembayaran kekurangan upah di tahun 2013, tahun 2016 hingga 2018.

Pihak Rokaenah juga keberatan dengan dalil Perusahaan, yang menyatakan adanya penggunaan istirahat melahirkan secara massal di tahun 2013. Padahal faktanya, telah terjadi aksi demonstrasi besar-besaran di Perusahaan, akibat belum adanya pembayaran kekurangan upah akibat penangguhan upah.

“Ini yang nggak masuk akal buat kita. Satu pabrik mengajukan cuti lahiran ataupun keguguran kandungan,” ujar Natalia selaku pendamping Rokaenah, Kamis (26/9/2019) seusai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sehingga ia menilai, jawaban dari Perusahaan tidaklah beralasan.

Rokaenah mengaku telah menyerahkan sepuluh bukti surat dalam persidangan pekan lalu.Ia yang tanpa didampingi kuasa hukum, juga menggugat Perusahaan membayarkan uang pisah yang seharusnya ia terima setelah mengundurkan diri sebesar dua bulan gaji. Sebab dirinya telah bekerja selama kurang lebih 12 tahun.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Rokaenah yang hanya seorang operator sewing berharap, Perusahaan dapat mempertimbangkan dirinya yang telah bersama-sama memajukan PT. Sioen Indonesia. Sehingga permintaannya untuk dapat diberikan uang penggantian hak dan uang pisah, dapat diberikan sebelum diputus oleh pengadilan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of