Minggu, 20 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
585

Akhirnya PO. Agra Mas Dihukum

Jakarta, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum PO. Agra Mas, untuk membayar uang pisah akibat dari putusnya hubungan kerja dengan Beno Wonarno karena kualifikasi mengundurkan diri, terhitung sejak tanggal 15 Juni 2018. Atas amar putusan yang diucapkan oleh Hakim Yuzaida, Kamis (26/9/2019) tersebut, Beno melalui kuasa hukumnya, Haris Pribadi mengaku kecewa.

Seharusnya, menurut Haris, Majelis Hakim mempertimbangkan syarat kualifikasi mengundurkan diri, yakni diantaranya panggilan bekerja kepada pekerja secara patut. Dikatakannya seusai menghadiri persidangan, panggilan yang dilayangkan oleh pihak PO. Agra Mas haruslah diuji keabsahannya terlebih dahulu.

“Menurut saya Majelis tidak seimbang menimbang permasalahan ini. Karena seharusnya dipertimbangkanlah panggilan satunya Tergugat, sah atau tidak?,” tegas Haris. Hal tersebut justru untuk membuktikan, apakah Beno dapat dinyatakan putus hubungan kerjanya dengan alasan mengundurkan diri. “Itu sama sekali tidak dipertimbangkan. Majelis hanya melihat, kalau tidak masuk ya itu dianggap mangkir,” lanjutnya.

Seperti yang telah diberitakan, Beno kecewa, lantaran keberadaan Nota Pemeriksaan yang tidak bisa di-eksekusi oleh Menteri dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Atas hal itulah, kemudian ia meminta Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, untuk menjatuhkan putusan sela dengan memerintahkan PO. Agra Mas menjalankan Nota Pemeriksaan.

Dalam surat gugatannya, Beno yang diberhentikan karena dituduh menerima tips-tips dari kondektur saat sedang menjalankan tugasnya sebagai checker bus, juga menuntut pembayaran uang kompensasi pesangon dan kekurangan upah yang besarannya lebih dari Rp200 juta, dan meminta agar Majelis Hakim menyita satu bus armada AgraMas sebagai jaminan pelaksanaan pembayaran uang pesangon.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of