Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
236

Akibat Rokok, Garuda Indonesia Ingin Pecat Awak Kabin Seniornya

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Garuda Indonesia meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan putus hubungan kerja dengan Lina Setiawati. Garuda Indonesia beralasan, Lina yang telah bekerja selama 30 tahun itu dinilai telah melanggar Pakta Inegritas dan Perjanjian Kerja Bersama, yang berakibat pada pemberian sanksi pemutusan hubungan kerja.

Zaenal Muttaqin selaku kuasa hukum Lina menjelaskan, pihaknya tidak menyangkal adanya pelanggaran yang dilakukan Lina berupa membawa rokok dengan jumlah yang berlebihan saat mendarat di Sydney, Australia. Meskipun sebagai awak kabin maskapai penerbangan, Lina tetap harus membayar denda yang sudah ditetapkan negara tujuan. Namun begitu, lanjut Muttaqin, dalam perjanjian kerja bersama seharusnya Lina hanya diberikan sanksi pembinaan.

“Di dalam perjanjian kerja bersama 2014-2016, membawa barang dagangan tidak di-PHK, hanya diberi SP2,” ujar Muttaqin. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi. Dalam anjurannya, Mediator di Dinas Tenaga Kerja menganjurkan agar PT. Garuda Indonesia mempekerjakan kembali Lina sebagai awak kabin.

Akan tetapi, Perusahaan menolak anjuran tersebut. Dan Garuda Indonesia meminta Pengadilan menetapkan besaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang harus diterima Lina sebesar Rp156,7 juta. Terhadap hal tersebut, Muttaqin berupaya untuk bisa memperjuangkan besaran hak-hak Lina. Karena menurutnya, Lina sedang menghadapi permasalahan keluarga yang tidak ringan, dan ia mengharapkan dapat dipahami oleh pihak Garuda Indonesia.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda mendengarkan jawaban gugatan dari pihak Lina Setiawati.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of