Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
576

Bekerja Kembali, Menjadi Tuntutan Puluhan Buruh Hansae di Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Rasa lelah yang menghantui Siti Humairoh dan kawan-kawan, tak mampu menghentikan langkah ke dua puluh satu orang Pekerja PT. Hansae Utama Indonesia untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tindakan Perusahaan yang memasok bahan pakaian untuk produk H&M, POLO, Catherines, Lane Bryant, dan Sunday tersebut, dinilai telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Melalui Jumisih selaku kuasa hukum Siti Humairoh dan kawan-kawan, mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan hubungan industrial, baik secara perundingan bipartite maupun diperantarai oleh Mediator di Suku Dinas Tenaga Kerja Kota Jakarta Utara. Namun kedua perundingan tersebut, tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Padahal, PT. Hansae Utama Indonesia sudah dianjurkan untuk mempekerjakan kembali Siti dan kawan-kawan, dengan status hubungan kerja sebagai pekerja tetap.

“Anjurannya kalau dari Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara dipekerjakan kembali sebagai PKWTT (perjanjian kerja waktu tidak tertentu),” tegas Jumisih, Rabu (16/10/2019) usai menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie. Lebih lanjut ia menceritakan, bahwa komunikasi dengan pihak Perusahaan selama ini baik-baik saja, tetapi karena tuntutan bekerja kembali Siti dan kawan-kawan tidak dipenuhi, maka pihaknya melayangkan gugatan.

“Tetapi manajemen menyampaikan kondisi Perusahaan tidak dalam kondisi baik-baik saja, sehingga lowongan kerja tidak ada,” terang Jumisih. Akan tetapi, alasan Perusahaan berbanding terbalik dengan kenyataan adanya perekrutan Pekerja baru. “Tetapi kamu juga tau, bahwa PT. Hansae Utama Indonesia juga menerima karyawan-karyawan baru,” tambahnya.

Dalam surat gugatannya, selain menuntut dipekerjakan kembali, Siti Humairoh dan kawan-kawan juga meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat untuk menghukum Perusahaan membayar upah selama proses hingga di Pengadilan, tunjangan hari raya tahun 2019, serta uang paksa jika Perusahaan tidak mempekerjakan kembali Siti dan kawan-kawan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of