Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
177

Berhentikan Secara Sepihak, Developer Apartemen Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Multi Artha Griya dianggap telah memberhentikan secara sepihak sejak 8 Maret 2019, dan tanpa adanya pemberian kesempatan waktu kepada Wawan Kurnia untuk melakukan serah terima pekerjaannya sebagai General Manajer. Atas tindakan tersebut, Wawan sudah berusaha menyelesaikannya secara musyawarah, namun hingga difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, Perusahaan belum memiliki iktikad baik untuk membayar hak-haknya atas pengakhiran hubungan kerja.

Usai menghadiri persidangan, Wawan mengaku kecewa dengan tindakan Perusahaan. Sehingga pada 9 September lalu, ia mendaftarkan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam surat gugatannya, Wawan meminta agar Pengadilan menyatakan pemberhentian dirinya tidak berlandaskan hukum. Dan menghukum Perusahaan yang bergerak dibidang Developer Apartemen itu, untuk membayar uang pesangon.

“Awalnya saya di-PHK secara sepihak. Dapat surat hari itu, hari itu harus keluar,” tuturnya, Kamis (17/10/2019). PHK tersebut menurut Wawan, tanpa didahului adanya pemberian surat peringatan dan kompensasi pesangon. “Depnaker sih menganjurkan (PT. Multi Artha Griya) suruh membayar, senilai uang yang pernah dijanjikan (sama) Perusahaan,” tambahnya.

Dikatakan Wawan yang tanpa didampingi oleh kuasa hukum menjelaskan, Perusahaan pada saat perundingan musyawarah telah menjanjikan besaran uang pesangon yang akan diberikan. “Ternyata bipartitnya, ketika akan dijanjikan dibayar tetapi tidak dibayarkan,” terang Wawan. Ia berharap, Perusahaan dapat memberikan hak-haknya sebelum pengadilan berikan keputusan. “Tuntutan saya sih, saya minta hak saya aja dibayarkan,” ujarnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of