Sabtu, 16 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
91

Dituding Bukan Wewenang PHI, Pekerja Bantah Urusan Pasar Modal

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Phillip Sekuritas Indonesia meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan tidak berwenang memeriksa dan mengadili gugatan yang diajukan Harry Sangari. Lantaran gugatan Harry dianggap lebih tepat diajukan ke Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI).

Terhadap keberatan Perusahaan tersebut, Harry yang ditemui usai persidangan, menyanggahnya. Ia mengatakan, Peraturan Otoritras Jasa Keuangan (OJK) dan BAPMI tidak berwenang mengadili sengketa hubungan industrial. Sehingga di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, ia telah menyampaikan tiga bukti surat untuk dijadikan bantahan keberatan PT. Phillip Sekuritas Indonesia.

“Dari Peraturan BAPMI sendiri yang menegaskan bahwa perselisihan tenaga kerja itu yang berkompetensi adalah PHI, kecuali perselisihan pasar modal,” tegas Harry, Kamis (30/9/2019). Lebih lanjut ia mengatakan, BAPMI juga sudah menerbitkan surat yang menyatakan pihak yang berwenang permasalahan yang dihadai Harry adalah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Harry dalam surat gugatannya Nomor 247/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., menuntut kerugian materil dan immaterial, sebagai akibat dari dugaan pelanggaran Pasal 88 sampai Pasal 99 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, yang dilakukan Perusahaan. Padahal, dikatakan Harry yang mengaku mulai bekerja sejak April 2013 itu, dirinya hingga sekarang masih diperbolehkan bekerja di PT. Phillip Sekuritas Indonesia sebagai Head Eksekusi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of