Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
198

Dituduh Bocorkan Rahasia, Pekerja Ajukan Sita Mobil Perusahaan

Jakarta, BuruhOnline.com – Nursiswandi, melalui kuasa hukumnya Dwi Haryadi meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk meletakkan sita jaminan atas 1 (satu) unit kendaraan bermotor roda empat milik PT. Pelayaran Tamarin Samudra. Lantaran, Nur diberhentikan secara sepihak sejak Februari 2019, dengan alasan telah membocorkan rahasia Perusahaan.

Nur yang telah bekerja sejak 2014 dan ditempatkan sebagai Koordinator HSE tersebut, tak pernah merasa melakukan hal yang dituduhkan Perusahaan. Sehingga ia berupaya untuk mengklarifikasi tuduhan PT. Pelayaran Tamarin Samudra melalui Dinas Tenaga Kerja. Dalam anjurannya, Disnaker mempertimbangkan kelanjutan hubungan kerja keduanya yang tak mungkin lagi dapat dilanjutkan.

“Isinya (anjuran) Perusahaan harus membayar sebesar 120 juta sekian,” ujar Haryadi, Kamis (17/10/2019). Ia menambahkan, terhadap anjuran tersebut, pihak Perusahaan tidak menjalankannya. “Hanya saja sampai detik ini, Perusahaan tidak ada tanggapan apapun,” lanjutnya usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Sarwata, gedung PHI Jakarta Pusat.

Menurut Haryadi, pihaknya pada pekan lalu telah menyerahkan sembilan bukti surat dan menghadirkan seorang saksi. Diantara bukti yang diajukan, berupa percakapan WhatsApp, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 012/PUU-I/2003, dan bukti kepesertaan jaminan sosial. Lebih lanjut ia menegaskan, tuduhan Perusahaan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat tersebut, haruslah tunduk pada syarat yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

Dalam surat gugatannya, Nur juga menuntut agar Pengadilan menetapkan besaran uang pesangon dan upah selama tidak dipekerjakan. Dikatakan Haryadi, sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi dari pihak Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of