Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
343

Kontrak Dinyatakan Sah, Kuasa Pekerja: Buat Apa Dinas Tenaga Kerja Mengawasi?

Bandung, BuruhOnline.com – Yulisman selaku kuasa hukum dari Ujang Husen dan kawan-kawan (25 orang), mengaku kecewa atas Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang dibacakan oleh Hakim Wasdi Permana, Senin (7/10/2019). Lantaran, gugatan yang diajukan oleh PT. Sinarbudi Intraco dikabulkan sebagian.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan sah hubungan kerja antara Perusahaan dengan Ujang dan kawan-kawan, adalah hubungan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Sehingga pengakhiran hubungan kerja dengan para pekerja yang bermasa kerja kurang lebih diantara 1-4 tahun itu, putus sesuai dengan masa waktu berakhirnya perjanjian kerja kontrak tersebut.

Usai menghadiri persidangan, Yulisman menegaskan bahwa terhadap status hubungan kerja ke-25 Pekerja telah memiliki penegasan dari Dinas Tenaga Kerja, sebagai pekerja tetap di PT. Sinarbudi Intraco, yang didasarkan pada Nota Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan.

“Dan yang sangat kami kecewakan banget sekali lagi, itu adalah hasil audit dari Pengawas Tenaga Kerja itu nggak dianggap sama sekali. Kalau itu dianggap nggak berguna, dianggap nggak relevan, lalu buat apa Dinas Tenaga Kerja melakukan kunjungan, melakukan pemantauan ke Perusahaan? Bubarin aja!,” tegasnya.

Padahal, lanjut Yulisman, pihaknya telah memberikan bukti dan menghadirkan saksi yang menerangkan adanya alur proses produksi dari bahan baku hingga produk siapa pakai. “Tapi sebenarnya, proses mulai dari pengolahan bahan baku, pola sampai kepada hasil akhir berupa baju jadi siap dipasarkan,” jelasnya. Akan tetapi, Perusahaan mendalilkan dirinya hanya mengadakan pekerjaan yang memproduksi bagian-bagian terkecil dari pakaian.

Sebelumnya, para Pekerja di PT. Sinarbudi Intraco membentuk serikat pekerja. Atas pembentukan serikat tersebut, Perusahaan juga membentuk serikat pekerja lain selain serikat yang dibentuk oleh Yulisman. “Yang awalnya (kayak) mau terima kita (dari serikat pekerja), nggak ngerti penyebabnya seperti apa, lalu mereka memunculkan berbagai macam masalah, dan terakhir mereka (Perusahaan) melakukan pemutusan hubungan kerja,” ujarnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of