Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
633

Memberhentikan Tanpa Alasan, Pabrik Sandal Swallow Terancam Disita

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima diputuskan hubungan kerjanya sejak Mei 2019, Antonius Devi Aviri dan Muhammad Hamka meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk meletakkan sita jaminan atas tanah dan bangunan PT. Sinar Jaya Perkasa di Jl. Kamal Raya, Jakarta Barat itu. Pasalnya, produsen sandal terkemuka merk ‘Swallow’ itu, dianggap telah memberhentikan keduanya tanpa alasan.

Dikatakan kuasa hukum kedua Pekerja, Vincensius W, karena sudah bekerja hampir selama 20 tahun, maka pihaknya menuntut agar PT. Sinar Jaya Perkasa dihukum untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian hak yang seluruhnya berjumlah lebih dari Rp580 juta. Selain itu, Antonius dan Hamka meminta ganti rugi immaterial sebesar Rp30 juta.

“Karena mem-PHK principal kami tanpa suatu tindakan (pemberian) surat peringatan,” jelas Vincen, Senin (14/10/2019). Sehingga menurutnya, berdasarkan hukum yang berlaku maka pengakhiran hubungan kerja haruslah didasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Usai menghadiri persidangan, ia juga mengatakan, bahwa anjuran dari Dinas Tenaga Kerja dianggap tidak memberikan jalan keluar dari persoalan yang dialami kedua Pekerja. “Anjuran dari Disnaker yang kami lihat, tidak ada suatu anjuran yang menyelesaikan permasalahan ini,” lanjut Vincen. Di akhir persidangan, Hakim Duta Baskara selaku Ketua Majelis Hakim memberi kesempatan kepada Perusahaan, untuk menyampaikan jawaban gugatan pada persidangan pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of