Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
271

Meminta Keadilan, Pekerja Gereja Mengadu ke Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Albert Lasma yang diwakili kuasa hukumnya, Candra menilai permasalahan yang terjadi dengan Gereja Kasih Kerunia Indonesia Jemaat Damai Sejahtera, merupakan adanya mis-komunikasi. Namun begitu, pihaknya tetap ingin mendapatkan kepastian hukum terhadap permasalahan tersebut, dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Candra yang ditemui usai persidangan, Senin (14/10/2019) mengatakan, Albert telah bekerja selama hampir 18 tahun. Sehingga terhadap permintaan pengakhiran hubungan kerja, maka Gereja wajib memberikan hak-haknya berupa uang kompensasi pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Inia da masalah mis-komunikasi aja. Masalah gaji, gugatan hak-haknya itu,” kata Candra. Dalam surat gugatannya, Albert yang digaji sebesar Rp5,1 juta perbulan tersebut, juga meminta penghukuman uang paksa kepada pihak Gereja. Tuntutan tersebut ia ajukan, agar pihak Gereja dapat melaksanakan putusan pengadilan, jika gugatannya dikabulkan sebagian atau seluruhnya.

Dinas Tenaga Kerja telah berupaya mengadakan mediasi, namun upaya tersebut gagal, tutur Candra. Sebab, Gereja tidak bersedia melaksanakan anjuran Disnaker, yang menyarankan agar membayar hak-hak Albert sebesar Rp90 juta lebih. “Anjurannya, dipenuhi haknya itu sekitar 90 juta,” lanjut Candra.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu, akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, untuk memberikan kesempatan kepada pihak Gereja menyerahkan jawaban gugatan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of