Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
184

Penderita Gagal Ginjal Tuntut Kekurangan Pembayaran Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Karena tidak menghasilkan kesepakatan dalam perundingan yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja. Akhirnya, Tony Richard Samosir mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja terhadap PT. Exsamap Asia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pasalnya, perhitungan besaran uang kompensasi yang telah diterimanya, tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tony yang menderita gagal ginjal dan harus cuci darah sejak tahun 2009, pada awalnya mengira, bahwa uang pesangon yang diterimanya telah dihitung berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sehingga kala itu, ia menerima dan menandatangani Perjanjian Bersama yang menyepakati pengakhiran hubungan kerja dirinya. Dalam gugatannya, Tony meminta agar Majelis Hakim menghukum PT. Exsamap Asia untuk membayar selisih kekurangan uang pesangon sebesar Rp31,6 juta.

“Pada tahun 2018, saya diputus hubungan kerja oleh Perusahaan tersebut. Namun, setelah diteliti lagi. Ada Perjanjian Bersama yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Tony, Rabu (9/10/2019) usai menghadiri persidangan di gedung PHI Jakarta Pusat. Dalam sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, perwakilan PT. Exsamap Asia meminta kesempatan waktu untuk mengupayakan perdamaian.

Terhadap iktikad dari Perusahaan, Tony melalui kuasa hukumnya Wahyuni mengatakan, pihaknya menyambut baik niat tersebut. “Memang tadi, mereka sampaikan bahwa dia menawarkan perdamaian. Tapi memang belum ada pembicaraan resmi,” terangnya. Wahyuni juga berharap, Perusahaan dapat memenuhi hak-haknya Tony dapat dipenuhi sesuai dengan yang telah diatur oleh hukum.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of