Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
393

Surat Gugatan Dijawab Perdamaian, Begini Nasihat Kuasa Hukum Pengusaha

Jakarta, BuruhOnline.com – Tuntas sudah kewajiban Irman Siahaan dan Supriadi sebagai kuasa hukum dari pihak Pekerja serta Perusahaan. Keduanya merasa lega, karena telah mampu mempertemukan jalan damai sebelum Majelis Hakim membacakan vonisnya. Irman yang mewakili Zupriyah mengungkapkan apresiasinya terhadap PT. Adi Cita dan Tjhin Harry Susanto Djaya, yang bersedia membayarkan hak Zupriyah.

Sedangkan Supriadi selaku kuasa hukum Direktur PT. Adi Cita berharap, agar peran kuasa hukum dari pihak Perusahaan dapat dimaksimalkan dalam menemukan jalan keluar terbaik dari setiap permasalahan hubungan industrial. Menurutnya, penyelesaian secara damai jauh lebih baik, ketimbang harus berlama-lama.

“Jauh lebih baik kita selesaikan secara damai, ketimbang harus berlama-lama. Kasihan juga kawan-kawan serikat pekerja, kawan-kawan buruh yang memang disitu ada hak pekerja yang harus diselesaikan,” ujar Supriadi, Senin (28/10/2019) usai menghadiri sidang yang seharusnya beragendakan jawaban gugatan tersebut.

“Agenda hari ini harusnya-kan jawaban dari Tergugat. Tapi dalam proses sebelum jawaban, kita telah berdamai dengan pihak Perusahaan,” terang Irman. Ia juga berharap kepada setiap pengusaha, yang mempekerjakan buruh, tetap memberikan hak-haknya. Terutama seperti kasus ini, kita tidak sampai berproses berpanjang-panjang, Perusahaan mengerti memang si karyawan itu haknya harus diberikan,” lanjut Irman.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Zupriyah yang telah bekerja selama hampir 20 tahun, tak terima diberikan uang pesangon ala kadar. Ia yang semula bekerja di PT. Hansae Indonesia Utama dan telah berganti nama menjadi PT. Adi Cita, mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Zupriyah yang terakhir ditempatkan sebagai staff gudang, saat pertama kali bekerja tidak pernah menandatangani perjanjian kerja. Bahkan, lanjutnya, surat pengangkatan sebagai pekerja tetap juga tidak ada. Sebelumnya, Zupriyah juga pernah mengajukan gugatan pada bulan April 2018 lalu. Tetapi kala itu, ia diminta oleh Majelis Hakim untuk mencabut gugatan, karena domisili Perusahaan sudah dinyatakan tidak lagi aktif.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of